Connect with us

DUNIA

Trump Pecat 2 Komisioner Pemilu Federal

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi politik setelah memberhentikan dua komisioner Komisi Bantuan Pemilu Amerika Serikat (Election Assistance Commission/EAC) yang masih menjabat. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa bulan menjelang pemilu sela (midterm election) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Langkah itu langsung memantik kritik keras dari Partai Demokrat dan sejumlah pejabat penyelenggara pemilu di berbagai negara bagian yang menilai keputusan tersebut berpotensi mengguncang kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.

Berdasarkan laporan USA Today dan CNN, kedua komisioner yang diberhentikan merupakan anggota EAC yang berasal dari Partai Demokrat. Mereka menerima pemberitahuan pemecatan melalui surat elektronik dari Gedung Putih pada Kamis (9/7) waktu setempat.

BACA JUGA  Berkarya Usul Partai yang Kadernya Terbukti Korupsi Dilarang Ikut Pemilu

“Atas nama Presiden Donald J. Trump, saya menulis email ini untuk memberitahukan bahwa jabatan Anda sebagai Komisioner Komisi Bantuan Pemilu telah diakhiri, berlaku segera,” demikian isi email yang dikutip CNN.

Keputusan tersebut membuat EAC praktis kehilangan seluruh komisioner aktif. Sebelumnya, dua komisioner dari Partai Republik telah lebih dahulu mengundurkan diri pada awal tahun ini.

Padahal, EAC merupakan lembaga independen bipartisan yang selama ini beranggotakan empat komisioner dan memiliki tugas penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu federal.

Lembaga yang dibentuk pada 2002 itu bertanggung jawab memberikan sertifikasi terhadap mesin pemungutan suara, menetapkan standar administrasi pemilu, serta mengelola penyaluran dana bantuan federal bernilai ratusan juta dolar AS kepada negara bagian.

BACA JUGA  PDIP Dorong RUU Lembaga Kepresidenan untuk Cegah Cawe-cawe Presiden di Pemilu

Langkah Trump pun memicu reaksi keras dari kubu Demokrat.

Sekretaris Negara Bagian Arizona, Adrian Fontes, menyebut pemecatan tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab karena dilakukan menjelang proses pemilu.

“Pemerintahan ini tetap bersikeras menimbulkan kekacauan bagi para pejabat pemilu kita di seluruh wilayah negara ini,” tegas Fontes.

Senator Demokrat dari Virginia, Mark Warner, juga meminta pemerintah segera memberikan penjelasan atas keputusan tersebut.

Menurutnya, memberhentikan seluruh komisioner yang tersisa hanya beberapa bulan sebelum pemilu sela merupakan langkah yang tidak lazim dan layak menjadi perhatian seluruh warga Amerika tanpa memandang afiliasi politik.

Kontroversi ini juga memperpanjang ketegangan antara Trump dan EAC.

Sebelumnya, Trump pernah mendorong EAC agar memasukkan persyaratan bukti kewarganegaraan ke dalam formulir pendaftaran pemilih melalui perintah eksekutif. Namun, kebijakan tersebut sebagian besar dibatalkan oleh pengadilan.

BACA JUGA  Intersession Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) 2023: Pentingnya Penyelenggaraan Pemilu dalam Pemulihan Penguatan Demokrasi

Pemecatan dua komisioner ini diperkirakan akan semakin memperuncing perdebatan politik mengenai independensi lembaga penyelenggara pemilu di Amerika Serikat menjelang salah satu agenda politik paling penting tahun 2026. (Mun)

TRENDING