Connect with us

DUNIA

Iran: Kami Tak Pernah Minta Serangan Ditunda

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran meminta Washington menunda rencana serangan militer baru.

Pemerintah Iran menyebut pernyataan Trump tidak sesuai dengan fakta. Melalui kantor berita Mehr, pejabat militer Iran bahkan menyebut klaim tersebut sebagai “kebohongan baru” dan menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam kondisi siaga tinggi.

Bantahan itu muncul setelah Trump menyatakan Amerika Serikat sebenarnya telah siap melancarkan operasi militer baru terhadap Iran, tetapi memutuskan menundanya karena, menurut klaimnya, Teheran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan.

Trump juga mengatakan kesepakatan tersebut harus mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz dan penghentian ancaman program nuklir Iran.

BACA JUGA  Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Reli

Namun, pernyataan itu langsung ditepis oleh Iran.

Melalui kantor berita Fars, sumber yang disebut dekat dengan tim perunding Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz justru akan tetap ditutup selama Amerika Serikat mempertahankan tindakan yang dianggap bermusuhan terhadap Iran.

“Selama Amerika Serikat mempertahankan tindakan bermusuhannya, Selat Hormuz akan tetap ditutup,” kata sumber tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa posisi Iran masih bertolak belakang dengan syarat yang sebelumnya disampaikan Trump mengenai pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut.

Sejak konflik bersenjata pecah, Iran menerapkan pembatasan di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang hendak melintas diwajibkan memperoleh izin dan membayar biaya transit sesuai ketentuan yang diberlakukan otoritas Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi minyak global dan memicu gejolak harga energi internasional.

BACA JUGA  Pentagon Akui 624 Tentara AS Terluka akibat Perang Iran

Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social mengumumkan telah membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Ia juga mengklaim keputusan tersebut didukung oleh Israel sebagai bagian dari upaya membuka jalan menuju kesepakatan.

Meski demikian, hingga kini belum terdapat konfirmasi dari pemerintah Iran yang membenarkan adanya permintaan resmi kepada Amerika Serikat untuk menunda serangan. Pernyataan kedua pihak menunjukkan masih adanya perbedaan tajam mengenai situasi diplomatik yang sedang berlangsung, sementara ketegangan di Timur Tengah masih terus berlanjut. (Mun)

TRENDING