Connect with us

DUNIA

Hamas: Israel Angkut Puing untuk Hilangkan Bukti Genosida

Aktualitas.id -

Ilustrasi - Warga Palestina berjalan di atas puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di daerah El-Remal di Kota Gaza pada 9 Oktober 2023. Naaman Omar/apaimages/WAA via Wikimedia Commons

AKTUALITAS.ID – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, melemparkan tuduhan keras terhadap Israel yang kedapatan mulai memindahkan dan membersihkan reruntuhan bangunan di Jalur Gaza. Langkah nekat militer zionis tersebut dinilai sebagai upaya sistematis untuk membakar dan melenyapkan bukti-bukti genosida serta kejahatan perang.

Hamas menyebut aksi pembersihan puing-puing ini tidak sekadar merusak lokasi reruntuhan, tetapi juga sengaja menghilangkan jasad ribuan warga Palestina yang masih tertimbun.

“Ada upaya dari pemerintah pendudukan [Israel] dan tentaranya untuk menyembunyikan bukti kejahatan brutal terhadap rakyat kami di Jalur Gaza melalui pemindahan, penghancuran, dan pengangkutan puing-puing,” tegas pernyataan resmi Hamas, dikutip dari Anadolu Agency.

Tindakan sepihak ini dikecam keras karena melanggar hukum internasional dan melangkahi perintah Mahkamah Internasional (ICJ) terkait kewajiban melestarikan serta melindungi seluruh bukti kejahatan perang. Selain merusak situs hukum, aksi tersebut dinilai menghina martabat ribuan korban tewas beserta keluarga yang menanti kepastian evakuasi jasad.

BACA JUGA  Trump: AS Tidak Kirim Pasukan ke Gaza soal Pelucutan Senjata Hamas

Langkah panik Israel ini turut membunyikan alarm bahaya di PBB. Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina, Francesca Albanese, mewanti-wanti dunia internasional bahwa pembersihan puing secara mendadak berisiko menghapus seluruh jejak atrocity crimes (kejahatan kekejaman).

Atas situasi mendesak tersebut, Hamas meminta PBB, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), hingga ahli forensik independen untuk segera diterjunkan ke Gaza guna mengamankan lokasi, mendokumentasikan bukti, dan mengawasi proses evakuasi jenazah secara bermartabat.

Agresi brutal militer Israel sejak Oktober 2023 lalu tercatat telah menewaskan lebih dari 73.000 jiwa warga Palestina, meratakan ratusan ribu pemukiman, dan memaksa jutaan orang hidup terlunta-lunta di pengungsian. (Mun)

TRENDING