DUNIA
Amerika Serikat Mau Buka 2 Pangkalan Militer di Greenland
AKTUALITAS.ID – Ambisi hegemoni Amerika Serikat untuk menguasai Kutub Utara kian tak terbendung. Di bawah bayang-bayang ancaman Presiden Donald Trump, Washington dikabarkan sukses memaksa Denmark dan Greenland untuk membiarkan AS membangun dua pangkalan militer baru di pulau berlapis es tersebut. Kesepakatan trilateral ini dijadwalkan diteken tepat pada momentum Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (22/9/2026).
Bukan pangkalan biasa, AS rupanya membangkitkan kembali ‘hantu’ peninggalan masa lalu. Berdasarkan bocoran tiga sumber internal kepada Reuters, AS akan menghidupkan kembali Bluie West One di Narsarsuaq, sebuah pangkalan era Perang Dingin di Greenland selatan yang sudah ditelantarkan sejak 1950-an. Sementara pangkalan kedua akan mengambil alih Mestersvig di pantai timur, yang saat ini masih beroperasi sebagai pos militer pasukan khusus Denmark, Sirius Dog Sled Patrol.
Manuver ekspansi militer ini jelas bukan hasil diplomasi yang setara, melainkan buah dari “todongan pistol” ala Washington. Berbulan-bulan lalu, Trump dengan arogan menyatakan niatnya untuk mencaplok pulau otonom kaya mineral tersebut. Ia bahkan tak segan mengancam akan mengerahkan kekuatan militer dan tekanan ekonomi jika keinginannya dijegal.
Arogansi Trump pada Januari lalu itu sempat memicu krisis diplomatik hebat di internal NATO. Namun, ujung-ujungnya, gertakan itu berhasil membuat Denmark dan Greenland bertekuk lutut dan bernegosiasi dengan Washington.
Kini, Denmark mencoba meredam isu dengan dalih bahwa kesepakatan ini akan menempatkan keamanan Arktik di bawah pengawasan NATO. Pada Februari lalu, NATO memang telah meluncurkan misi Arctic Sentry di Greenland demi menurunkan tensi akibat provokasi Trump.
Hingga berita ini diturunkan, baik Gedung Putih maupun Pemerintah Denmark masih tutup mulut terkait rincian final perjanjian. Namun satu hal yang pasti: dominasi AS di Greenland yang sempat menyusut menjadi hanya 150 personel di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, kini bersiap kembali ke masa kejayaan era Perang Dingin, di mana puluhan ribu tentara AS bebas bercengkerama di daratan es terbesar di dunia tersebut. (Mun)
-
NASIONAL22/09/2026 19:00 WIBDPR Bongkar Skandal Label Gizi Beras
-
POLITIK22/09/2026 14:44 WIBLAPD Soroti Kewenangan MK Tangani Gugatan Syarat Pendidikan Gibran
-
RIAU23/09/2026 11:45 WIBWartawan dan Pejabat Bengkalis Adu Mekanik di Haornas 2026
-
NASIONAL22/09/2026 16:00 WIBNasim Khan: Tata Niaga Harus Berpihak Petani
-
POLITIK22/09/2026 20:00 WIBPengamat: Syarat DPR 5% Bikin Partai Gerakan Rakyat Kelabakan
-
NUSANTARA22/09/2026 14:30 WIB2 Bulan Siaga, Anak Krakatau Kini Turun Jadi Waspada
-
DUNIA23/09/2026 00:00 WIBSerangan Saudi Hantam Mokha, Anak-anak Jadi Korban
-
NASIONAL22/09/2026 17:00 WIBRuby Chairani: Penambahan Anggaran Kemendikti Saintek Harus Sejalan dengan Target Terukur

















