DUNIA
Komedian Diadili Gegara Lelucon soal Erdogan
AKTUALITAS.ID – Sebuah pertunjukan stand-up comedy yang viral dan ditonton jutaan orang kini menyeret seorang komedian Turki ke ruang sidang. Deniz Goktas, komedian berusia 32 tahun yang dikenal dengan satir politiknya, mulai menjalani persidangan setelah dituduh menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui materi lawakannya.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik internasional karena dinilai menjadi ujian terbaru bagi kebebasan berekspresi di Turki.
Goktas ditangkap pada 3 Juli 2026, beberapa hari setelah video pertunjukan bertajuk “Dead Sea” meledak di YouTube dan ditonton sekitar sembilan juta kali. Dalam perkara tersebut, jaksa menuduhnya menghina Erdogan, menghasut kebencian publik, serta memuji kejahatan dan pelaku kejahatan.
Jika seluruh dakwaan terbukti, Goktas berpotensi menghadapi hukuman penjara hingga sekitar 10 tahun.
Pada sidang perdana yang digelar di Pengadilan Caglayan, Istanbul, Goktas tampil dengan gaya khasnya. Meski berstatus terdakwa dan telah menjalani penahanan selama 88 hari, ia tetap melontarkan sindiran dan humor yang beberapa kali memancing tawa di ruang sidang.
Salah satu bagian materi komedinya yang dipersoalkan jaksa adalah ketika ia menyebut Erdogan sebagai “diktator pemalu”. Namun, Goktas menolak anggapan bahwa pernyataan tersebut merupakan penghinaan.
“Diktator bukanlah hinaan, itu adalah karakterisasi politik,” kata Goktas dalam pembelaannya.
Ia berargumen bahwa mustahil membuat pertunjukan komedi politik tentang Turki tanpa menyebut Erdogan, mengingat sosok tersebut telah menjadi figur dominan dalam politik negara itu selama puluhan tahun.
“Sebagai presiden dan pemimpin partai yang telah memerintah negara ini selama 25 tahun, sebuah pertunjukan komedi politik tanpa menyebut Erdogan tidak akan memiliki hubungan dengan kenyataan,” ujarnya.
Dalam pembelaan yang sarat sindiran, Goktas juga menyoroti kondisi kebebasan berekspresi yang menurutnya terus mengalami tekanan. Ia menilai materi humor politik yang dahulu dianggap biasa kini justru berujung proses hukum.
“Leluconnya tidak berubah. Yang berubah adalah kepemimpinan yang semakin rapuh dan tidak lagi bisa mentoleransi lelucon tersebut,” katanya.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena dinilai sebagai kritik terbuka terhadap kondisi demokrasi dan kebebasan sipil di Turki.
Goktas juga menegaskan bahwa satir merupakan bagian penting dari kebudayaan Turki yang sudah hidup selama berabad-abad. Karena itu, menurutnya, tidak seharusnya seniman menghadapi sensor, larangan, maupun penahanan hanya karena karya yang mereka tampilkan di atas panggung.
“Tidak ada tempat bagi sensor, larangan, atau penahanan ketika menyangkut seniman di atas panggung,” ujarnya.
Di luar ruang sidang, puluhan pendukung memberikan dukungan kepada komedian tersebut. Banyak yang menganggap proses hukum terhadap Goktas sebagai simbol semakin sempitnya ruang kritik terhadap pemerintah.
Seorang mahasiswa bernama Fatih Yilmaz bahkan mengaku tidak gentar untuk tetap menampilkan komedi satir meski melihat apa yang dialami idolanya.
“Saya tidak takut untuk tampil stand-up setelah penangkapannya, saya akan terus melakukannya,” katanya.
Sorotan juga tertuju pada kondisi penahanan Goktas. Sejumlah pendukung menyebut komedian itu ditempatkan di sel keamanan tinggi yang minim akses sinar matahari, kondisi yang menuai kritik dari kelompok pendukung kebebasan sipil.
Menutup pembelaannya, Goktas kembali melempar humor yang langsung disambut tawa hadirin.
“Tiga bulan telah dirampas dari hidup saya. Saya sudah berhenti merokok, jadi saya akan menambahkan tiga bulan ke akhir hidup saya,” ujarnya.
Kalimat itu memicu tepuk tangan dari sebagian pengunjung sidang ketika sang komedian meninggalkan kursi saksi.
Kasus Deniz Goktas kini menjadi sorotan luas, bukan hanya soal seorang komedian yang diadili karena materi lawakannya, tetapi juga tentang batas antara kritik politik, satire, dan kebebasan berekspresi di Turki yang kembali dipertanyakan publik internasional. (Mun)
-
JABODETABEK29/09/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa
-
NASIONAL29/09/2026 06:00 WIBDaeng Sere Minta Uang Makan Prajurit TNI Naik
-
NASIONAL29/09/2026 10:00 WIBPDIP Minta Kemenhan Transparan Soal Kematian ASN Komcad
-
JABODETABEK29/09/2026 06:30 WIBCek 5 Titik SIM Keliling Jakarta Selasa 29 September
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: Energi Hijau Harus Jadi Mesin Ekonomi
-
NASIONAL29/09/2026 09:00 WIBBikin Malu Prabowo! DPR Ngamuk Minta Qodari Tertibkan Deputi Tukang Pamer
-
OASE29/09/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bicara tentang Akhlak Rasulullah

















