DUNIA
Israel Susun Skenario Serangan ke Iran
AKTUALITAS.ID – Israel dilaporkan tengah mempersiapkan berbagai skenario aksi militer baru terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan belum menemukan titik temu dalam jalur diplomasi antara Teheran dan Washington.
Laporan media Israel menyebut militer Israel saat ini sedang mengkaji sejumlah opsi operasional, termasuk kemungkinan melakukan serangan bersama Amerika Serikat maupun bertindak secara mandiri apabila situasi keamanan dianggap semakin mengancam.
Persiapan tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan koordinasi intelijen dan operasional yang erat dengan militer Amerika Serikat. Hubungan strategis kedua negara disebut terus berjalan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perkembangan program nuklir Iran.
Israel juga disebut menyiapkan opsi serangan pencegahan apabila muncul indikasi ancaman langsung, atau melakukan respons cepat apabila Iran lebih dahulu melancarkan aksi militer.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai kemungkinan serangan besar sebelum pelaksanaan pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November relatif kecil karena berpotensi memicu gejolak politik dan keamanan yang lebih luas.
Bagi pemerintah Israel, program nuklir Iran tetap menjadi ancaman utama yang belum terselesaikan. Karena itu, berbagai persiapan militer terus dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan perkembangan situasi di kawasan.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, laporan lain menyebut Washington berencana memperkuat kehadiran militer di Israel dalam beberapa pekan mendatang.
Tambahan personel dan pesawat militer disebut akan dikirim guna menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar di Timur Tengah.
Saat ini sekitar 3.000 personel militer Amerika Serikat dilaporkan telah berada di berbagai lokasi di Israel. Mereka bertugas mengoperasikan sistem pertahanan udara, mendukung operasi logistik, hingga memperkuat koordinasi keamanan dengan militer Israel.
Sementara itu, militer Israel terus berkoordinasi dengan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam berbagai skenario pengamanan kawasan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi baru yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Di sisi lain, Iran masih berusaha membuka ruang diplomasi dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan negaranya tetap siap melanjutkan perundingan untuk mencapai solusi yang dinilai adil bagi semua pihak.
Namun peluang tercapainya kesepakatan masih menghadapi tantangan besar. Dalam komunikasi tidak langsung yang dimediasi Qatar pada September lalu, Iran mengajukan sejumlah persyaratan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak syarat-syarat yang diajukan Teheran tersebut. Kondisi itu semakin memperlebar kebuntuan diplomasi dan membuat opsi militer kembali menjadi perhatian.
Dengan persiapan militer yang terus ditingkatkan, penambahan pasukan AS di kawasan, serta belum tercapainya terobosan diplomatik, Timur Tengah kembali menghadapi risiko meningkatnya ketegangan yang sewaktu-waktu dapat memicu babak baru konflik antara Israel dan Iran. (Mun)
-
RAGAM06/10/2026 13:30 WIBOktober Jadi Momen Pencairan BSU, Siapa yang Kebagian?
-
EKBIS06/10/2026 11:30 WIBBBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK06/10/2026 13:00 WIBRUU Pemilu Memanas, PKB Dorong Opsi Threshold 5-6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL06/10/2026 11:00 WIBPakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik di RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL06/10/2026 14:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Penyiksaan Sadis di Balik Jeruji Cibinong
-
NUSANTARA07/10/2026 07:30 WIBLansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang
















