EKBIS
IHSG 19 Maret 2025: Menanti Kejelasan di Tengah Tren Mendatar
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu, (19/3/2025), menunjukkan pergerakan yang cenderung datar dengan dibuka melemah sebesar 30,59 poin atau 0,49%, menuju level 6.192,80.
Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan menunjukkan performa yang sedikit lebih baik dengan kenaikan 1,88 poin atau 0,27% ke posisi 707,13.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memprediksi bahwa IHSG akan bergerak sideways hari ini. Pelaku pasar sangat mencermati hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) serta pernyataan dari The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah respon positif pelaku pasar terhadap klarifikasi pemerintah mengenai isu pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, yang sebelumnya sempat memicu aksi jual besar-besaran. Rumor yang telah dibantah secara langsung oleh Sri Mulyani ini menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sentimen pasar di awal pekan.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 3,84% di level 6.223,38 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp19,202 triliun. Aksi jual bersih oleh investor asing tercatat sebesar Rp2,48 triliun, meskipun secara keseluruhan masih mencatatkan net sell sebesar Rp29,41 triliun sejak awal tahun.
Pelaku pasar juga sedang menantikan pengumuman hasil RDG BI mengenai kebijakan suku bunga, yang diprediksi akan berdampak signifikan. Di sisi lain, menjelang publikasi ringkasan proyeksi ekonomi (SEP) oleh The Fed pada Kamis (20/3) dini hari WIB, pelaku pasar mengharapkan penurunan suku bunga yang diperkirakan hingga 60 basis poin sepanjang 2025.
Tantangan lain hadir dari geopolitik global, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata terbatas di Ukraina, menandai awal dari pembicaraan lebih lanjut terhadap rencana perdamaian yang lebih luas.
Dengan berbagai isu yang berkembang, IHSG hari ini tetap dalam pantauan ketat para pelaku pasar yang berharap akan ada sinyal positif ke depan. (Mun/Ari Wibowo)
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
JABODETABEK17/10/2026 22:00 WIBNiat Numpang Tidur, Bocah 11 Tahun di Depok Malah Disodomi
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NUSANTARA17/10/2026 23:00 WIBBMKG Buka Suara Soal Cuaca Panas Ekstrem di Jawa
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
NASIONAL18/10/2026 00:04 WIBMensos: Karya Jurnalistik Jadi Inspirasi Pengembangan Sekolah Rakyat

















