Connect with us

EKBIS

Amran: Tidak Ada Kompromi, Segel Distributor Pangan Bila “Nakal”

Aktualitas.id -

Mentan/Kepala BAPANAS, Andi Amran Sulaiman. dok. Aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan untuk daging sapi, seluruh rekomendasi impor 600.000 ekor sapi dan 280.000 ton daging sejak Desember 2025 telah diterbitkan sehingga tidak ada alasan kenaikan harga akibat pasokan.

Amran menegaskan tidak ada kompromi terhadap distributor pangan nakal dan memastikan adanya penyegelan usaha yang melanggar demi menjaga stabilitas harga selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

“Kita ingin seluruhnya di bawah HET (harga eceran tertinggi). Itu enggak boleh ditawar. Ada yang mengatakan naik hanya sedikit, sedikit pun enggak boleh. Enggak boleh lagi kompromi,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Daging Ayam Ras dan MinyaKita di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tiga komoditas harga yakni daging ayam ras, minyak goreng dan daging sapi menjadi penyumbang utama inflasi, sementara harga cabai justru mengalami penurunan sehingga perlu dijaga agar tidak anjlok berlebihan.

Ia menyayangkan karena hasil pengecekan lapangan menemukan lonjakan harga daging sapi terjadi di tingkat distributor besar, termasuk temuan di Bandung, Jawa Barat dengan selisih harga mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram.

“Begitu kita cek apa yang terjadi, salah satunya di Bandung, itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya. Naik 23.000 per kilo (dari hari yang ditetapkan pemerintah). Jadi ini yang tidak benar,” ujar Amran.

Atas temuan itu, Amran meminta jajaran reserse kriminal khusus jajaran Polri yang ada di seluruh Indonesia agar menindak tegas pelaku yang memainkan harga, termasuk penyegelan hingga pencabutan izin usaha.

“Kami minta Satgas, Dirkrimsus (Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah) seluruh Indonesia dengan Kasat Reskrim seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel aja. Enggak boleh beri ampun,” tegasnya.

Adapun harga eceran tertinggi (HET) daging sapi tingkat konsumen berdasarkan aturan pemerintah yakni Rp140 ribu per kilogram.

Kemudian pada komoditas minyak goreng, ia menegaskan Indonesia sebagai produsen terbesar dunia,tidak memiliki alasan kekurangan produksi sehingga kenaikan harga dinilai akibat ulah distributor.

“Sekarang produksi melimpah, harga naik dikit, minyak goreng. Kami minta produsen dan distributor besar kalau bermain-main ditindak, bila perlu tokonya ditutup. Dan itu kami yang minta, kami yang tanggung jawab,” tegasnya.

Untuk daging ayam ras, laporan menunjukkan margin keuntungan berlebih hingga sekitar 30 persen di tingkat perantara, sehingga pemerintah menargetkan seluruh harga kembali di bawah HET.

Adapun HET daging ayam ras yang ditetapkan pemerintah yakni Rp40 ribu per kg di tingkat konsumen.

Ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap kenaikan harga sekecil apa pun, terutama pada bulan suci Ramadhan yang berpotensi membebani jutaan masyarakat.

Pemerintah juga memastikan intervensi melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan dilakukan masif lewat operasi pasar murah dan distribusi SPHP sesuai kemampuan daerah.

“Saya sampaikan ke Dirkrimsus, kemudian Kasat Reskrim seluruh Indonesia, kalau ini ada melanggar apalagi sengaja, ditindak, diproses hukum. Pidananya diproses. Diproses pidana juga perdata,” kata Amran.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING