EKBIS
Iran Klaim Hantam Kapal Pro-Israel dengan Rudal Jelaja
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sebuah kapal kargo yang disebut memiliki afiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan respons terhadap insiden yang menimpa kapal komersial Iran, Lian Star, di perairan Laut Oman beberapa hari sebelumnya.
Menurut keterangan resmi yang dikutip media pemerintah Iran, kapal kargo MSC Sariska menjadi sasaran operasi balasan menggunakan rudal jelajah. Kapal berbendera Panama itu disebut mengalami ledakan saat berada di dekat perairan Irak.
IRGC menegaskan tindakan tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas dugaan serangan terhadap kapal Iran yang dituduhkan kepada militer Amerika Serikat.
Pihak Iran menyatakan kapal Lian Star sebelumnya menjadi target serangan ketika beroperasi di perairan internasional. Teheran menilai insiden itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap keamanan maritim dan kedaulatan negara.
Hingga kini belum ada konfirmasi independen dari otoritas internasional maupun tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim serangan maupun rincian insiden yang disebutkan Iran.
Di tengah memanasnya situasi, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap tindakan militer tambahan terhadap kepentingan Iran di kawasan akan mendapatkan respons yang dianggap setara dan tegas.
Ketegangan tersebut terjadi di tengah situasi keamanan yang terus memburuk di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman, dua jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Selain itu, militer Iran turut mengeluarkan peringatan terkait perkembangan situasi di Lebanon. Komando militer pusat Iran menyatakan akan memantau secara serius ancaman serangan Israel terhadap wilayah Beirut dan pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menyebut pihaknya memperingatkan adanya potensi eskalasi apabila ancaman serangan terhadap wilayah Lebanon benar-benar dilaksanakan.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa militernya akan terus mengambil tindakan terhadap ancaman yang dianggap berasal dari kelompok Hezbollah di Lebanon.
Perkembangan terbaru ini semakin menambah kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional maupun jalur perdagangan global. (Mun)
-
DUNIA19/07/2026 12:00 WIBMilisi Irak Umumkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Targetkan Trump
-
RIAU19/07/2026 13:30 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Jadi Ajang Sport Tourism dan Kampanye Pelestarian Lingkungan
-
POLITIK19/07/2026 18:00 WIBAtribut PSI Lebih Banyak daripada Kader Partai
-
RAGAM19/07/2026 14:40 WIBSeluruh Pantai Selatan Jawa Berada di atas Zona Subduksi Megathrust Aktif
-
NUSANTARA19/07/2026 19:00 WIBKejuaraan Karate Piala Kapolda Sumsel 2026 Digelar, Cik Ujang Dorong Lahirnya Atlet Muda
-
POLITIK19/07/2026 14:10 WIBPSI Tidak akan Besar, Tetap akan Jadi Partai Gurem
-
NASIONAL19/07/2026 13:00 WIBKemenhaj: Praktik Manipulasi Haji Khusus Harus Diakhiri
-
RAGAM19/07/2026 12:30 WIBThe Lancet: Wanita Usia 35-49 Tahun Terancam Sulit Punya Anak

















