EKBIS
Mata Uang Garuda Terbang Tinggi Hari Ini
AKTUALITAS.DI – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Di tengah pergerakan pasar keuangan global yang masih dibayangi ketidakpastian, mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.03 WIB, rupiah dibuka menguat 59 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.939 per dolar AS. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan melemahnya indeks dolar AS sebesar 0,03 persen ke posisi 99,829.
Pergerakan positif rupiah langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan ketahanan mata uang nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.
Data Bloomberg juga mencatat rupiah sempat berada di level Rp17.937 per dolar AS, menguat 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.975 per dolar AS. Meski penguatannya relatif tipis, tren positif tetap terlihat sejak awal perdagangan.
Penguatan rupiah tidak terjadi sendirian. Mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa dengan kenaikan lebih dari 0,7 persen. Disusul peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan China, hingga dolar Hong Kong yang sama-sama mencatatkan penguatan.
Namun tidak semua mata uang Asia bernasib sama. Yen Jepang, rupee India, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan baht Thailand masih bergerak di zona merah dan mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Di pasar global, mata uang utama negara maju justru kompak melemah. Euro, poundsterling Inggris, franc Swiss, dolar Australia, hingga dolar Kanada tercatat mengalami koreksi pada awal perdagangan.
Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk memperoleh sentimen positif dari pelemahan indeks dolar AS.
Pelaku pasar kini mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan, mulai dari arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, perkembangan ekonomi global, hingga dinamika geopolitik internasional.
Meski demikian, penguatan rupiah pada awal perdagangan hari ini menjadi sinyal positif bagi pasar domestik. Stabilitas nilai tukar yang lebih baik dapat membantu menjaga kepercayaan investor sekaligus meredam tekanan terhadap biaya impor dan inflasi.
Dengan dolar AS yang masih menunjukkan pelemahan terbatas dan mayoritas mata uang Asia bergerak positif, perhatian pasar kini tertuju pada apakah rupiah mampu mempertahankan tren penguatan hingga penutupan perdagangan hari ini. (Firman/Mun)
-
FOTO11/06/2026 19:30 WIBFOTO: Pembukaan Pameran Foto DKPP
-
JABODETABEK11/06/2026 14:30 WIBKorban Dugaan Pemerasan Rp350 Juta oleh Oknum Pengacara Tempuh Jalur Hukum
-
NUSANTARA11/06/2026 12:00 WIBTNI AL Berhasil Gagalkan Dua Kapal Pengangkut Logam Tanah Jarang Ilegal di Batam
-
JABODETABEK11/06/2026 19:00 WIBPolisi Bongkar Sindikat Pencuri Sepeda Motor di Wilayah Johar Baru Jakarta Pusat
-
EKBIS11/06/2026 15:30 WIBPemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Nasional
-
NASIONAL11/06/2026 16:45 WIBKenaikan BBM akan Berdampak Sosial dan Politik
-
NASIONAL11/06/2026 20:00 WIBRaffi Ahmad Jelaskan Pertemuan dengan Blueray Cargo
-
NASIONAL11/06/2026 17:30 WIBKorupsi MBG, Qodari Pastikan Prabowo Tak akan Lindungi Siapa Pun