Connect with us

EKBIS

BTN Pertimbangkan Buyback Saham

Aktualitas.id -

Seorang nasabah bertransaksi menggunakan aplikasi BTN Mobile di Jakarta, Jumat (5/5/2023). Sejak diluncurkan pada 12 Februari 2023 hingga 31 Maret 2023, BTN Mobile berhasil menggaet hampir 300 ribu pengguna baru dengan total volume transaksi lebih dari Rp1 triliun. Adapun, aplikasi BTN Mobile terbaru ini menawarkan layanan yang mudah, lengkap, dan terhubung dengan ekosistem perumahan. Hingga akhir tahun nanti, Bank BTN menargetkan ada penambahan sekitar 26% pengguna BTN Mobile. Perseroan juga membidik jumlah transaksi menggunakan aplikasi serba lengkap tersebut naik sekitar 10%.AKTUALITAS.ID/Eko

AKTUALITAS.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memberi sinyal akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback seiring dorongan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Opsi tersebut tengah dikaji manajemen dan berpotensi digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan harga saham BTN saat ini dinilai masih berada di bawah nilai fundamental perusahaan. Karena itu, perseroan membuka peluang melakukan pembelian kembali saham sebagai bagian dari strategi korporasi.

“Saat ini harga saham BBTN cukup undervalued sehingga salah satu opsi yang dapat kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus maupun stock option,” kata Nixon di Jakarta.

Menurutnya, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank. Namun manajemen akan mempertimbangkan memasukkan program itu dalam revisi dokumen perencanaan perusahaan.

Dirinya menjelaskan ruang untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik saat ini relatif terbatas karena jumlah saham beredar telah mendekati batas minimum ketentuan regulator.

Wacana buyback sebelumnya juga mendapat perhatian dari Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria. Ia menilai langkah tersebut merupakan aksi korporasi yang lazim dilakukan perusahaan ketika harga saham belum mencerminkan kondisi fundamental bisnis.

“Buyback merupakan proses yang normal apabila perusahaan menilai harga sahamnya terlalu rendah dibandingkan kinerja yang dimiliki,” ujar Dony.

Menurutnya, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fondasi bisnis yang kuat sehingga investasi pada saham sendiri dapat menjadi pilihan menarik dibandingkan menempatkan dana pada instrumen lain.

Di tengah kajian buyback, BTN juga sedang memperkuat bisnis melalui ekspansi anorganik. Perseroan saat ini memproses akuisisi portofolio kredit milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai total sekitar Rp19,92 triliun.

Transaksi tersebut mencakup pengalihan kredit pensiunan, pra pensiunan, serta kredit pegawai aktif BUMN dan instansi pemerintah. Penandatanganan perjanjian dilakukan pada (22/5/2026) melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement.

Analis Bahana Sekuritas Razqi M Kurniawan menilai langkah akuisisi tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi BTN. Selain memperbesar aset produktif, transaksi tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kualitas portofolio kredit perusahaan.

“Akuisisi ini berpotensi memberikan kontribusi positif tanpa menimbulkan dilusi terhadap pemegang saham,” kata Razqi.

Ia menambahkan portofolio yang diambil alih memiliki profil risiko yang lebih terkendali serta menawarkan imbal hasil yang menarik bagi perseroan. (Micko)

TRENDING