EKBIS
Rupiah Menguat ke Rp17.570 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Rabu, (9/9/2026), dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda bergerak menguat di tengah tekanan sentimen terhadap dolar AS, meski indeks dolar masih bergerak relatif stabil.
Mengacu data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.577 per dolar AS, menguat 55 poin atau sekitar 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.632 per dolar AS.
Sementara berdasarkan data Refinitiv, rupiah pada pembukaan perdagangan tercatat terapresiasi 0,31 persen ke level Rp17.570 per dolar AS.
Penguatan rupiah juga tercermin dalam data Yahoo Finance yang mencatat mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp17.613 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di sekitar Rp17.631 per dolar AS.
Pergerakan rupiah pagi ini terjadi seiring mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak menguat terhadap dolar AS.
Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik sekitar 0,27 persen. Penguatan juga terjadi pada peso Filipina dan dolar Taiwan yang masing-masing naik sekitar 0,16 persen.
Won Korea Selatan turut terapresiasi sekitar 0,08 persen, sementara baht Thailand naik tipis sekitar 0,043 persen. Dolar Singapura juga tercatat menguat tipis terhadap greenback.
Di sisi lain, tidak seluruh mata uang Asia bergerak positif. Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang yang melemah paling dalam setelah tertekan sekitar 0,09 persen. Dolar Hong Kong dan yuan China juga bergerak melemah tipis.
Sementara itu, indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01 persen ke posisi 98,795.
Kondisi tersebut membuat penguatan rupiah menjadi menarik. Meski indeks dolar AS tidak bergerak melemah signifikan, rupiah justru mampu menguat bersama mayoritas mata uang Asia.
Rupiah akhirnya menemukan tenaga di awal perdagangan. Setelah ditutup di kisaran Rp17.632 per dolar AS, mata uang Garuda menguat menuju level Rp17.570-an, memberi sinyal sentimen pasar regional masih menjadi penopang pergerakan rupiah.
Meski demikian, pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global dan domestik sepanjang perdagangan. Pergerakan dolar AS, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, serta kondisi pasar keuangan regional berpotensi kembali menentukan seberapa jauh rupiah mampu mempertahankan penguatannya. (Firman/Mun)
-
NASIONAL08/09/2026 14:00 WIBBuku Islam ala Prabowo Catut Nama Tokoh Nasional
-
POLITIK08/09/2026 16:00 WIBPartai Demokrat Tegaskan AHY Tak Sedang Bicara Pilpres 2029
-
NASIONAL08/09/2026 15:30 WIBAndina Bongkar Bahaya AI Jadi Alat Pengawasan Massal
-
NUSANTARA08/09/2026 14:30 WIBHujan Deras Picu Banjir di 3 Wilayah Sumut
-
JABODETABEK08/09/2026 17:30 WIBTPA Galuga Bogor Ditutup Sementara Imbas Kebakaran
-
DUNIA08/09/2026 15:00 WIBKim Jong Un: AL Korut Harus Bisa Balas Mematikan
-
EKBIS08/09/2026 16:30 WIBGalih Minta Kemenkeu Tutup Celah Kebocoran
-
JABODETABEK09/09/2026 06:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini

















