JABODETABEK
Warga Geruduk Kantor Pengelola Ruko MMD Pademangan
AKTUALITAS.ID – Hari ini merupakan hari terakhir batas pengosongan unit rumah dan kantor di Jalan Gurun Sahari yang di sengketakan. Warga masih menuntut kejelasan atas sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang tak kunjung diterbitkan selama puluhan tahun.
Ratusan warga pemilik dan penghuni Ruko Marinatama Mangga Dua (MMD) Pademangan, Jakarta Utara, menggeruduk kantor pengelola ruko tersebut dengan sejumlah tuntutan usai adanya surat perintah pengosongan unit meski sengketa ini masih bergulir di Pengadilan.
“Masyarakat sudah gelisah, terus terang saja aksi yang mereka lakukan meresahkan kami,” kata perwakilan penghuni Ruko MMD Pademangan, Anastasia (66) di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Kasus ini masih di Pengadilan, namun sudah dilakukan tindakan-tindakan seperti mendirikan tenda posko pengosongan ruko di komplek tersebut.
Bahkan, pada Rabu pagi ada beberapa orang yang memeriksa kran air warga. Padahal kegiatan tersebut sebelumnya tidak pernah dilakukan.
“Pagi-pagi kran air diperiksa katanya, seumur-umur saya di sini belum pernah itu dilakukan. Jadi kami merasa tertekan secara mental,” kata dia.
Ia menyatakan, masyarakat di sini sudah 25 tahun. Seumpama orang mengontrak diberikan jeda waktu dua minggu atau satu bulan untuk pengosongan bukan intimidasi.
“Tapi kita diperlakukan seperti ini. Baru kemarin posko didirikan. Penghuni, pemilik di sini merasa takut. Kita ini sudah tua loh, saya umurnya hampir 70. Kalo tiba-tiba diusir, kita mau pindah kemana?,” kata dia.
Anastasia mengaku mendapatkan ruko tersebut dengan cara membeli, bukan menyewa dan memang dibohongi oleh pengembang (developer).
“Ruko sudah milik warga tapi kan gak jelas, tulisannya hak sewa pakai. Dulunya pas beli ada PPJB-nya loh. Kalau kita bayar pajak dan PBB ini unit semua kewajiban kita, kita penuhi,” kata dia.
Dalam unjuk rasa itu ratusan warga melakukan aksi “long march” mengelilingi komplek Ruko MMD Pademangan dengan membawa spanduk bertuliskan “Kami menolak pengusiran dan pengosongan penghuni ruko MMD tanggal 31 Desember 2025” dan “Kami menuntut SHGB untuk penghuni ruko MMD”.
Spanduk itu dibentangkan sejumlah warga di depan kantor pengelola Ruko MMD. Warga mendesak agar pihak pengelola memberikan penjelasan setelah adanya intimidasi surat edaran pengosongan ruko pada Rabu 31 Desember 2025.
Sementara itu, kuasa hukum warga ruko MMD Pademangan, Subali menegaskan sehubungan dengan diadakan pemeriksaan setempat (PS) atas objek ruko ini oleh majelis hakim pemeriksa perkara nomor 236 PTUN, sudah disepakati untuk menjaga situasi yang kondusif.
Subali mengatakan, majelis hakim menghimbau kepada warga atau para penggugat bahwa tanggal 5 Januari 2026 akan ada pemeriksaan setempat oleh majelis hakim PTUN Jakarta.
“Itu sebetulnya sudah disepakati akan dijaga kondusivitasnya hingga proses pemeriksaan setempat (PS) bahkan menunggu sampai diputuskannya perkara ini dengan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” kata dia.
-
NASIONAL09/09/2026 14:00 WIBPolri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
NASIONAL09/09/2026 15:30 WIBGulam Sharon Bongkar Masalah BBM di Pontianak
-
NASIONAL09/09/2026 15:46 WIBBea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal, BCW: Jangan Cuma di Hilir, Bongkar Pabrik dan Jaringannya
-
RIAU09/09/2026 14:30 WIBALFI Riau Desak Pemerintah Bongkar Ulang KBLI Multimoda
-
POLITIK09/09/2026 17:00 WIBBawaslu dan BSSN Bangun Pertahanan Siber untuk Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL09/09/2026 16:00 WIBErna: Kesejahteraan Rescuer Harus Prioritas
-
NASIONAL09/09/2026 19:00 WIBMori Hanafi Minta Anggaran BMKG 2027 Ditahan
-
DUNIA09/09/2026 15:00 WIBFasilitas Energi Saudi Terbakar Usai Serangan Houthi

















