NASIONAL
KPK OTT Direksi Anak Usaha Perhutani di Jakarta, Libatkan Pihak Swasta
AKTUALITAS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (13/8/2025) di Jakarta. Kali ini, operasi dilakukan terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut.
“OTT di Jakarta,” kata Fitroh, Rabu (13/8/2025).
Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk direksi PT Inhutani V — anak perusahaan Perum Perhutani — serta perwakilan dari pihak swasta.
“Direksi salah satu BUMN dan pihak swasta,” ujar Fitroh.
Meski belum merinci kasus dan barang bukti yang disita, KPK memastikan para pihak yang diamankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
OTT ini menambah daftar penindakan KPK dalam sepekan terakhir. Pekan lalu, lembaga antirasuah tersebut juga menggelar OTT di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, yang berujung pada penahanan lima orang, termasuk Bupati Kolaka Timur Abdul Azis. Ia diduga menerima suap terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur.
KPK berjanji akan mengumumkan secara lengkap hasil OTT terbaru ini setelah proses pemeriksaan awal selesai. (ARI WIBOWO/DIN)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 18:00 WIBKorupsi Dana Hibah KPU Mimika Rp28 Miliar, Kapolda Papua Tengah Pastikan Tetap Jalan
-
NASIONAL27/07/2026 20:47 WIBJampidsus Kuntadi Diminta Buka Kembali Kasus Dugaan Korupsi IUP Kutai Barat
-
NASIONAL27/07/2026 19:30 WIBEffendi Gazali Pertanyakan Legalitas Sekolah Internasional Berlabel SPK
-
NASIONAL28/07/2026 10:00 WIBKomdigi Pasang Badan Usai Prabowo Dihujani Kritik soal ‘Londo Ireng’

















