Connect with us

NASIONAL

Menhan Klaim Batalyon Teritorial Bisa Tekan Pembegalan, Warganet: Bukan Tugasnya Pak!

Aktualitas.id -

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. AKTUALITAS.ID/Dede Kurniawan

AKTUALITAS.ID – Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait pembangunan batalyon teritorial yang disebut dapat menurunkan angka pembegalan menuai kritik luas di media sosial. Potongan video pernyataan itu viral usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (19/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Sjafrie menyampaikan pembangunan batalyon teritorial di sejumlah daerah diyakini memberi dampak terhadap penurunan tindak kriminalitas, termasuk aksi pembegalan di masyarakat.

Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, terutama TikTok. Sejumlah warganet mempertanyakan dasar data yang digunakan serta relevansi keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dalam penanganan kejahatan jalanan yang selama ini menjadi ranah kepolisian.

“Datanya dari mana?” tulis salah satu komentar warganet yang ramai dibagikan di media sosial.

Komentar lain juga menyoroti fungsi utama TNI sebagai alat pertahanan negara. Kritik bernada sarkas bermunculan dengan mempertanyakan arah kebijakan pembangunan batalyon teritorial jika dikaitkan dengan penanganan kriminalitas sipil.

“Bukan tugasnya pak,” tulis akun lain dalam kolom komentar.

Sebagian warganet juga mengaitkan pernyataan tersebut dengan kekhawatiran semakin luasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil. Kritik itu muncul seiring perdebatan publik mengenai batas kewenangan institusi pertahanan dan penegakan hukum di Indonesia.

Hingga kini, belum ada penjelasan lanjutan dari Kementerian Pertahanan terkait data atau indikator yang digunakan dalam pernyataan tersebut. Video potongan rapat kerja itu masih terus beredar dan memicu diskusi di berbagai media sosial. (Purnomo)

TRENDING