NASIONAL
Nama Raffi Ahmad Muncul di Persidangan, KPK: Belum Ada Bukti Keterlibatan
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan belum menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan Raffi Ahmad dalam perkara dugaan korupsi pengurusan barang impor melalui PT Blueray Cargo.
Nama Raffi Ahmad sempat muncul dalam persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Namun, KPK menyatakan penyebutan nama seseorang dalam persidangan tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana yang sedang diusut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan hingga saat ini tidak terdapat alat bukti yang menunjukkan Raffi Ahmad terlibat dalam perkara tersebut.
“Belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Raffi Ahmad dalam perkara ini,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
KPK juga belum berencana memanggil Raffi Ahmad karena penyidik masih fokus pada pihak-pihak yang diduga memiliki peran langsung dalam perkara tersebut.
Menurut Budi, proses hukum tetap mengedepankan alat bukti dan fakta persidangan. Penyebutan nama dalam kesaksian maupun dokumen perkara harus terlebih dahulu diuji dan diverifikasi sebelum menjadi dasar pengembangan penyidikan.
Nama Raffi Ahmad mencuat setelah sejumlah saksi dalam persidangan menyebut adanya komunikasi terkait rencana pengiriman barang dari Amerika Serikat ke Indonesia melalui jaringan PT Blueray Cargo.
Meski demikian, KPK menegaskan belum terdapat indikasi yang mengarah pada perbuatan pidana oleh Raffi Ahmad.
Menanggapi munculnya namanya dalam persidangan, Raffi Ahmad melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, membantah keterlibatan dalam perkara korupsi tersebut.
Pihak Raffi menyatakan kliennya tidak pernah menerima keuntungan maupun terlibat dalam proses pengurusan impor yang sedang menjadi objek perkara.
Kasus dugaan korupsi pengurusan impor melalui PT Blueray Cargo sendiri masih terus bergulir di pengadilan dengan menghadirkan sejumlah saksi dan terdakwa untuk mengungkap aliran dana serta peran masing-masing pihak. (Yan)
-
RAGAM15/09/2026 23:00 WIBBNPB: 112 Daerah Rawan, 2.150 Desa Masuk Zona Bahaya
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
NASIONAL16/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong BRAN Jadi Pengendali Konflik Tanah
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat
-
RIAU16/09/2026 07:30 WIBPekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 11:00 WIBFelly: Jangan Bicara Stunting Kalau Air Bersih Saja Belum Bisa
-
NUSANTARA15/09/2026 23:00 WIBKotim Perpanjang Darurat Karhutla hingga 30 September