Connect with us

NASIONAL

Amnesty Sebut Karhutla Jadi Krisis HAM

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menggulung ribuan hektare wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak lagi sekadar bencana ekologi, melainkan telah menjelma menjadi krisis Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengerikan. Kepulan asap beracun kini merenggut nyawa warga lokal hingga memaksa negara tetangga, Malaysia, menutup ratusan sekolah.

Amnesty International Indonesia melontarkan kritik pedas atas lambatnya penanganan fenomena yang makin parah akibat El Nino “super” ini. Ancaman nyata kini mengintai kelompok paling rentan, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

“Kebakaran yang banyak diduga sebagai pembakaran ini telah memicu krisis lingkungan dan hak asasi manusia (HAM) yang serius di Indonesia, bagi perempuan hamil dan anak-anak, sekaligus mengirimkan kabut asap ke negara tetangga,” tegas Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

BACA JUGA  Wagub Sumsel Hadiri Rakor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Dampak kesehatan akibat petaka ini sudah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Di Kalimantan Barat saja, tercatat sekitar 5.000 kunjungan pasien ke unit gawat darurat (UGD) setiap pekan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bahkan, tragedi fatal tak terhindarkan setelah seorang warga Kalbar dilaporkan tewas terpanggang akibat terjebak kobaran api dan asap pekat pada 4 Agustus 2026.

Tak hanya mengancam nyawa warga domestik, racun asap lintas batas (transboundary haze) ini telah melumpuhkan aktivitas negara tetangga. Di Sarawak, Malaysia, sebanyak 591 sekolah terpaksa digembok total demi menyelamatkan siswa dari paparan racun udara. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) pun mulai siaga satu mengantisipasi kepungan asap balasan jika karhutla tak kunjung terkendali.

BACA JUGA  KLHK RI Apresiasi Pameran 30X30

Amnesty mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan praktik destruktif industri perkebunan sawit skala besar serta memberikan sanksi hukum berat bagi korporasi pembakar lahan. Pemerintah juga diminta bertindak cepat menghentikan aktivitas belajar-mengajar di zona bahaya, menyiagakan evakuasi massal, dan meningkatkan fasilitas medis darurat sebelum korban jiwa bertambah. (Andrey/Mun)

TRENDING