Connect with us

NASIONAL

Telinga Robek Disiksa Senior, Anak Wamen Inisial DAS Diduga Dalang Bullying di ICM

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Jagat media sosial kembali mendidih. Sebuah kasus dugaan perundungan (bullying) brutal mengguncang sekolah Islam swasta ternama, Islam Cendekia Madani (ICM). Mirisnya, aktor utama yang diduga menjadi provokator penyiksaan sadis tersebut disebut-sebut adalah anak dari seorang Wakil Menteri berinisial DAS.

Kisah kelam ini viral usai keluarga korban membongkar kebrutalan geng senior tersebut di platform X dan Threads. Tragedi yang nyaris merenggut nyawa korban itu terjadi pada 26 Agustus 2026 lalu, tepat di tengah kegiatan kepramukaan sekolah.

Berdasarkan secarik kertas berisi catatan kronologi tulisan tangan korban, detik-detik penyiksaan itu berlangsung sangat mengerikan. Korban disergap oleh lima hingga enam senior. Tangannya dipelintir ke belakang, tubuhnya dibanting, dan mulut serta matanya dibungkam paksa menggunakan kacu (dasi pramuka).

BACA JUGA  Viral Kuda Nil Diberi Makan Botol, Ini Kata Manajemen Taman Safari

“Saat di tutup mulut saya, saya sudah berteriak sekuat tenaga. Kepala saya dipukul pakai buku SKU, badan saya di tindih 6-5 orang. Pikiran saya sudah kacau, ada pikiran saya mau mati,” tulis korban dalam catatannya yang viral dikutip Jumat (25/9).

Akibat kebrutalan itu, korban mengalami trauma mental parah dan luka fisik serius. Telinganya dilaporkan robek hingga mengucurkan darah dan harus menerima jahitan medis.

Namun, alih-alih mendapat keadilan, korban justru dihadapkan pada arogansi penguasa. Upaya mediasi antara sekolah dan orang tua berujung buntu. Ayah korban melalui akun @rabiehidayat12 mengungkap bahwa salah satu orang tua pelaku yang diduga sebagai provokator utama justru mangkir dari pertemuan. Sosok arogan tersebut dibongkar sebagai Wakil Menteri berinisial DAS.

BACA JUGA  Permudah Pengguna, Twitter perbarui "DM search"

Tak butuh waktu lama bagi netizen untuk menguliti identitas DAS. Penelusuran digital mengerucut tajam pada nama Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah saat ini. Jejak digital sang Wamen menunjukkan ia pernah membagikan momen aktivitas anaknya di sekolah elit tersebut.

Ketidakadilan di lingkungan ICM semakin menjadi-jadi pasca-insiden. Korban yang masih trauma dibiarkan berpapasan dengan para penyiksanya setiap hari. Puncaknya, pihak sekolah bahkan masih mengikutsertakan salah satu pelaku dalam turnamen bola basket yang sama dengan korban. Merasa keamanan dan mentalnya tak lagi dijamin, korban dan keluarganya akhirnya memilih mengalah dan keluar dari ICM.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Sekolah Islam Cendekia Madani maupun dari Dahnil Anzar Simanjuntak terkait kasus penyiksaan yang menyeret nama keluarganya ini. (Bowo/Mun)

BACA JUGA  Begini Awal 'Peringatan Darurat' Garuda Berlatar Biru Jadi Viral

TRENDING