NUSANTARA
Usai Menyembur Selama 10 Hari, Gas Beracun di Sumur Pesantren Pekanbaru Berhenti
AKTUALITAS.ID – Semburan gas bercampur lumpur di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kota Pekanbaru, Riau, berhenti secara alami setelah menyembur selama 10 hari terakhir, Sabtu (13/2). Kemunculan gas bercampur lumpur tersebut terjadi pada 4 Februari lalu saat pekerja tengah menggali sumur. Tinggi lumpur dan gas mencapai 15 meter. Kedalaman sumur diperkirakan 119 meter. Awalnya hanya gas yang […]
AKTUALITAS.ID – Semburan gas bercampur lumpur di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kota Pekanbaru, Riau, berhenti secara alami setelah menyembur selama 10 hari terakhir, Sabtu (13/2).
Kemunculan gas bercampur lumpur tersebut terjadi pada 4 Februari lalu saat pekerja tengah menggali sumur. Tinggi lumpur dan gas mencapai 15 meter.
Kedalaman sumur diperkirakan 119 meter. Awalnya hanya gas yang keluar dari perut bumi. Namun sehari setelahnya dari dalam sumur turut keluar lumpur, batu dan pasir yang terlontar hingga radius 200 meter dari titik semburan.
Meluasnya lontaran material batu dan pasir membuat bangunan pesantren di sekitar sumur rusak. Selain itu timbunan lumpur mencapai ketinggian hingga empat meter yang menimbun sebagian bangunan. Akibatnya, 34 santri dan warga di sekitar ponpes diungsikan.
Perusahaan Gas EMP Bentu yang ikut menyelidiki kejadian ini menyatakan semburan gas berpotensi terbakar dan mengandung H2S (hidrogen sulfida) yang beracun.
Dilansir dari Antara, setelah 10 hari berselang, lumpur di sekitar kompleks pondok pesantren kini mulai mengering. Titik semburan menyisakan lubang menganga yang ukuran garis tengahnya berdasarkan data tim gabungan mencapai enam meter. Pegawai EMP Bentu secara rutin masih terlihat mengukur kadar gas dengan alat khusus setiap satu jam.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau Indra Agus Lukman menyatakan teknis penutupan lubang akan menggunakan alat berat yang mengalirkan air ke dalam lubang tersebut untuk mengeluarkan lumpur yang tersisa. Apabila tekanan dari dalam lubang sangat rendah, proses akan dilanjutkan dengan langsung menutup lubang dengan semen.
“Namun, apabila masih ada tekanan dari dalam lubang, akan diinjeksi dengan lumpur panas dengan alat berat,” katanya.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Riau Irdas Amanda Muswar menyatakan dari pantauan pada Jumat (12/2) sudah tidak ada lagi material yang mengalir dari dalam lubang. Kondisi lubang semburan dinilai tidak mengkhawatirkan lagi untuk dilakukan proses penutupan. Gas yang menyembur tersebut menurutnya adalah gas rawa yang banyak ditemukan di daerah itu.
“Kondisi saat ini hampir tak ada material yang keluar. Yang ada saat ini adalah sisa dari proses erosi akibat sebelumnya ada semburan gas,” katanya.
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
RIAU28/07/2026 23:00 WIBBupati Kasmarni Raih Penghargaan pada Milad ke-51 MUI Bengkalis
-
DUNIA28/07/2026 20:30 WIBKim Yo Jong: ASEAN Jangan Jadi Alat Kepentingan AS
-
OTOTEK28/07/2026 21:00 WIBHarga Terjangkau, MacBook Neo 2 Dipastikan Bakal Lebih Ngebut
-
EKBIS28/07/2026 23:25 WIBPRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Peluang Bisnis Industri AVL
-
POLITIK28/07/2026 18:00 WIBRieke: Negara Harus Hadir Selesaikan Rentetan Kekerasan di Sejumlah Daerah
-
POLITIK28/07/2026 19:00 WIBKaesang Maju dari Dapil Jawa Tengah, Ini Kata PDIP
-
NASIONAL28/07/2026 22:30 WIBMenteri LH Jumhur: Gerakan Tobat Nasional Ekologis Segera Diluncurkan, Libatkan Mahasiswa dan Masyarakat

















