NUSANTARA
Bapanas Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke Warga Lebak
AKTUALITAS.ID – Untuk menekan inflasi dan menstabilkan harga pangan di pasaran, serta mengantisipasi kerawanan pangan khususnya bagi masyarakat miskin yang berpenghasilan rendah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat.
Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng dari Bapanas guna meringankan beban ekonomi keluarga.
“Kami merasa senang menerima bansos itu, karena dapat memenuhi ketersediaan pangan,” kata Ujang (45) warga Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Kamis (27/11/2025).
Program bantuan sosial didistribusikan di Kantor Desa Pajagan Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
Pendistribusian program bansos berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak empat liter, sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Saat ini, ujar dia, harga kebutuhan pangan, khususnya beras medium cukup mahal berkisar Rp12.700 sampai Rp13.500 per kilogram.
“Kami sangat terbantu adanya bantuan beras dan minyak goreng itu, sehingga bisa memenuhi konsumsi pangan bersama dua anak dan seorang isteri untuk tiga pekan ke depan,” katanya.
Begitu juga Enah (60), warga Cimarga Kabupaten Lebak mengaku dirinya mendapatkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng empat liter dari pemerintah untuk memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat miskin.
Sebab, kata dia, dirinya tahun ini kali pertama mendapatkan bantuan beras dan minyak goreng.
“Kami merasa bersyukur menerima bantuan beras dan minyak goreng, sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga hingga satu bulan ke depan,” katanya.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Diskatapang Kabupaten Lebak Benu Dwiyana mengatakan masyarakat yang mendapatkan bansos berupa beras dan minyak goreng tersebut sebanyak 123.645 keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran bantuan yang ditetapkan Bapanas untuk dua bulan (Oktober-November 2025) sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng empat liter (per KPM).
Mereka yang memperoleh bantuan pangan tersebut, untuk KPM yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami berharap harga pangan di pasaran relatif stabil sehingga dapat meningkatkan daya beli ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.
(Ari Wibowo/goeh)
-
POLITIK06/10/2026 10:30 WIBMalam Ini MK Putus Nasib Gugatan Gibran
-
RAGAM06/10/2026 13:30 WIBOktober Jadi Momen Pencairan BSU, Siapa yang Kebagian?
-
EKBIS06/10/2026 11:30 WIBBBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK06/10/2026 13:00 WIBRUU Pemilu Memanas, PKB Dorong Opsi Threshold 5-6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL06/10/2026 11:00 WIBPakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik di RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL06/10/2026 14:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Penyiksaan Sadis di Balik Jeruji Cibinong
















