Connect with us

NUSANTARA

Banjir 1 Meter Terjang Jayapura

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Pagi mencekam melanda Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua. Guyuran hujan deras tak berhentik sejak Jumat (9/10/2026) dini hari memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai titik vital. Air membumbung setinggi 50 hingga 100 sentimeter, melumpuhkan aktivitas warga dan memutus akses jalan utama.

Dahsyatnya arus banjir paling terasa di kawasan Tanah Hitam, Distrik Abepura. Tak hanya merendam permukiman, tingginya genangan air yang deras bahkan sanggup menyeret satu unit mobil milik warga.

Di wilayah Kota Jayapura, titik banjir terparah mengepung Pasar Youtefa, Entrop, SMA Negeri 4 Jayapura, area lampu merah Otonom, hingga Padang Bulan. Selain genangan air, material tanah longsor turut menimbun badan jalan di Tanah Hitam yang memicu kemacetan total.

BACA JUGA  Jakarta Diguyur Hujan, Banjir 45 Cm Genangi Permukiman di Bangka Selatan

Kondisi tak kalah parah melanda Kabupaten Jayapura. Akses jalan masuk menuju Bandara Sentani, kawasan Kemiri, hingga area depan Koramil Sentani terendam air cukup tinggi dan menyulitkan mobilitas kendaraan.

Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Sterly, mengungkapkan bahaya di balik cuaca ekstrem ini. Berdasarkan analisis instabilitas atmosfer, fenomena ini didorong oleh dinamika atmosfer global dan regional yang bergerak bersamaan.

“Aktivitas gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) sedang melintas di perbatasan Papua dan Papua Nugini, membawa pasokan massa udara basah. Hal ini diperparah oleh pola siklonik di Samudra Pasifik utara Papua yang menahan pergerakan awan hujan di atas Jayapura,” jelas Sterly, Jumat (9/10/2026).

Anomali suhu permukaan laut yang hangat di perairan utara Papua kian menyuplai uap air secara masif. Kombinasi faktor lokal dan regional ini membuat hujan ekstrem bertahan lebih lama meski wilayah Indonesia sedang berada dalam bayang-bayang El Niño.

BACA JUGA  Jakarta Dipayungi Awan ? Ini Prediksi Suhu dan Kelembaban dari BMKG

BMKG mengimbau warga di sepanjang pesisir utara Papua untuk terus bersiaga penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi susulan, terutama ancaman banjir susulan dan tanah longsor di area lereng bukit. (Kusuma/Mun)

TRENDING