Connect with us

OASE

Al-Qur’an Bongkar Batas Kemampuan Mata dan Telinga Manusia

Aktualitas.id -

Ilustrais, foto: meta ai

AKTUALITS.ID – Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia tentang nikmat pendengaran, penglihatan, dan hati. Menariknya, dalam banyak ayat, pendengaran (as-sam’) disebut lebih dahulu dibandingkan penglihatan. Bagi para ulama tafsir, urutan ini bukan tanpa makna, melainkan mengandung pesan tentang pentingnya kemampuan manusia menerima petunjuk dan ilmu.

Salah satu ayat yang paling sering dijadikan rujukan adalah Surat An-Nahl ayat 78, ketika Allah SWT menjelaskan bahwa manusia lahir tanpa mengetahui apa pun, kemudian dianugerahi pendengaran, penglihatan, dan hati agar bersyukur.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, lalu Dia memberikan kepadamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa nikmat tersebut bukan sekadar fasilitas hidup, melainkan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

Dalam Surat Al-Isra ayat 36, Allah SWT menegaskan:

BACA JUGA  Rahasia Penciptaan Nabi Adam dalam Al Quran

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini menjadi peringatan agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu serta menggunakan seluruh indranya untuk mencari kebenaran.

Peringatan bagi yang Menutup Telinga dari Kebenaran

Al-Qur’an juga memberikan gambaran keras tentang orang-orang yang enggan menerima petunjuk. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 18, mereka diibaratkan sebagai orang yang tuli, bisu, dan buta karena menolak kebenaran.

Sementara QS. Al-A’raf ayat 179 menjelaskan bahwa ada manusia yang memiliki telinga, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami petunjuk Allah.

Di sisi lain, QS. Al-Mulk ayat 23 kembali mengingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan karunia Allah, tetapi hanya sedikit manusia yang benar-benar bersyukur.

Al-Qur’an Mengingatkan: Indra Manusia Memiliki Batas

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa kemampuan indra manusia tidaklah tanpa batas. Dalam QS. Al-Haqqah ayat 38–39, Allah berfirman:

BACA JUGA  Apa itu Iblis, Setan, dan Jin? Berikut Penjelasannya

“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” (QS. Al-Haqqah: 38–39)

Ayat ini dipahami banyak ulama sebagai pengingat bahwa ada begitu banyak ciptaan Allah yang berada di luar jangkauan penglihatan manusia.

Sains Menjelaskan Keterbatasan Indra

Temuan ilmiah modern menunjukkan bahwa mata manusia hanya mampu menangkap sebagian kecil spektrum cahaya. Gelombang seperti inframerah, ultraviolet, sinar-X, sinar gamma, dan berbagai radiasi lainnya tidak dapat dilihat tanpa alat khusus.

Demikian pula dengan telinga manusia yang hanya mampu mendengar suara pada rentang frekuensi tertentu. Suara dengan frekuensi sangat rendah maupun sangat tinggi berada di luar kemampuan pendengaran manusia.

Mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan sel, hingga struktur atom seperti proton, neutron, dan elektron, juga tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Untuk melihat benda-benda tersebut diperlukan mikroskop maupun instrumen ilmiah yang sangat canggih.

BACA JUGA  5 Keajaiban Surah Al-Fatihah dalam Al-Quran

Di sisi lain, jutaan galaksi, bintang, dan benda langit yang berjarak ribuan hingga jutaan tahun cahaya baru dapat dipelajari melalui teleskop berteknologi tinggi.

Temuan-temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa kemampuan indra manusia memang memiliki keterbatasan. Sains menjelaskan batas biologis indra, sementara Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui segala sesuatu dan perlu bersikap rendah hati di hadapan kebesaran Allah.

Bagi umat Islam, ayat-ayat tersebut bukan hanya berbicara tentang fungsi biologis telinga, mata, dan hati, tetapi juga mengandung pesan moral agar setiap nikmat digunakan untuk mendengar kebenaran, melihat tanda-tanda kebesaran Allah, berpikir dengan hati yang jernih, serta mensyukuri karunia yang telah diberikan. (Mun)

TRENDING