Connect with us

OTOTEK

Indonesia Tertinggi Gunakan AI

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Meta AI

AKTUALITAS.ID – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan melonjak tajam dan mulai mengubah cara siswa belajar, berdiskusi, hingga merencanakan masa depan. Teknologi yang sebelumnya hanya dianggap sebagai alat bantu kini berkembang menjadi “guru kedua” bagi jutaan pelajar.

Berdasarkan Global Student Survey 2025 yang dirilis Chegg, Indonesia mencatat tingkat penggunaan AI tertinggi dibandingkan 15 negara yang disurvei. Temuan ini menunjukkan adopsi teknologi kecerdasan buatan di kalangan pelajar Indonesia berlangsung sangat cepat.

Sebanyak 86 persen responden mengaku menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan tugas akademik. Sementara 52 persen memanfaatkannya untuk menyusun rencana karier dan 33 persen menggunakan AI sebagai asisten dalam mengatur jadwal serta aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA  Denny JA Luncurkan Buku soal Minyak di ADIPEC, Abu Dhabi

Tren tersebut menunjukkan AI tak lagi sekadar dipakai untuk mencari jawaban instan. Kini teknologi itu dimanfaatkan sebagai partner belajar untuk memahami materi yang rumit, melakukan riset, mengembangkan ide, hingga mempersiapkan presentasi secara lebih efektif.

Melihat perubahan besar tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat transformasi digital pendidikan melalui kolaborasi dengan Google Indonesia.

Kolaborasi itu menghadirkan integrasi Google Workspace for Education dan Gemini AI Pro dengan jaringan konektivitas Telkom yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, mengatakan transformasi pendidikan membutuhkan dukungan teknologi yang mampu memperluas akses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital.

BACA JUGA  Facebook Rilis Aplikasi 'Meta AI', Siap Tantang Google dan ChatGPT

Menurutnya, kolaborasi dengan Google Indonesia diharapkan menghadirkan proses belajar yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masa depan. Pemanfaatan AI juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas institusi pendidikan, memperkuat kolaborasi antarpengajar dan peserta didik, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.

Telkom menilai kombinasi teknologi AI dan infrastruktur digital akan mempermudah civitas akademika, tenaga pendidik, serta pelajar dalam menjalankan proses belajar mengajar yang lebih modern dan efisien.

Perusahaan juga menegaskan akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra teknologi global sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital Indonesia sekaligus mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital.

BACA JUGA  Trafik Data Naik 20 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Indosat Klaim Jaringan Tetap Stabil

Meski demikian, para pakar pendidikan secara umum juga menekankan bahwa pemanfaatan AI perlu dibarengi dengan literasi digital, etika penggunaan, dan kemampuan berpikir kritis. AI dapat menjadi alat yang sangat membantu proses belajar, tetapi tetap memerlukan pengawasan dan peran aktif guru agar penggunaannya mendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir siswa. (Firman/Mun)

TRENDING