Connect with us

POLITIK

Efek Jokowi Luntur? Survei Terbaru Sebut PSI Tetap Jadi Partai Gurem

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Harapan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melesat di kancah perpolitikan nasional tampaknya masih jauh dari kenyataan. Meski ditopang oleh pamor mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dipimpin langsung oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, elektabilitas PSI nyatanya masih jalan di tempat.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia, elektabilitas partai berlambang mawar ini hanya menyentuh angka 1,2 persen. Posisi ini menempatkan PSI terpuruk di urutan ke-10, jauh dari ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai angka tersebut merupakan indikator kuat bahwa pesona dan pengaruh politik Jokowi tak lagi mampu mendongkrak daya tawar PSI di mata publik.

“Kita lihat dari hasil survei itu bahwa Jokowi sudah tidak lagi bertaji, PSI rontok dan tetap menjadi partai gurem. Ini artinya cawe-cawe Jokowi untuk membesarkan partai ini gagal,” tegas Jerry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Tertahannya elektabilitas di angka 1,2 persen menjadi pukulan telak bagi PSI. Praktis, jika tren ini berlanjut, partai yang mengklaim mewakili suara anak muda ini diprediksi akan kembali gagal menembus Senayan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan narasi optimisme elite PSI yang sebelumnya menargetkan provinsi padat penduduk, seperti Jawa Tengah, sebagai basis suara utama mereka.

Lebih jauh, Jerry mengkritisi gaya politik yang selama ini diusung oleh figur sentral di balik layar PSI. Ia menilai masyarakat kini sudah lebih kritis dalam menyaring manuver politik.

“Jadi era Jokowi sudah habis. Dia mau guling-guling dan cawe-cawe tapi publik sudah cerdas membandingkan mana yang tulus dan yang bulus serta fulus. Gaya dan metode politik pencitraan Jokowi sudah tak laku lagi,” ungkap Jerry tajam.

Selain faktor Jokowi dan Kaesang, amunisi baru PSI dari barisan elite politik juga dinilai belum membuahkan hasil. Masuknya mantan pentolan Partai NasDem, Ahmad Ali, yang kini menduduki posisi strategis di PSI, rupanya belum mampu menjadi magnet elektoral yang signifikan.

Langkah konsolidasi elite tersebut belum berbanding lurus dengan penerimaan di tingkat akar rumput.

“Jadi masuknya Jokowi dan Ahmad Ali belum mampu menaikkan elektabilitas partai. Lebih baik mereka istirahat dan pensiun,” pungkas Jerry. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING