Connect with us

POLITIK

KSP Dudung: Jangan Terprovokasi Isu Demo

Aktualitas.id -

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. (ist)

AKTUALITAS.ID – Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman membongkar skenario busuk di balik maraknya isu demonstrasi besar-besaran menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026. Ia menegaskan kabar tersebut merupakan disinformasi terstruktur yang sengaja disebar untuk membakar keresahan publik.

Sorotan tajam Dudung tertuju pada potongan video viral yang menarasikan adanya aksi massa raksasa tanpa liputan media. Berdasarkan analisis Monash University Indonesia, video tersebut terbukti merupakan dokumentasi lama aksi di Bundaran HI pada 12 Juni 2026 yang dimanipulasi secara sistematis.

“Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital. Rekayasa atau manipulasi informasi yang menyesatkan itu kemungkinan dilakukan oleh seorang ‘dirijen’,” tegas Dudung, Kamis (13/8).

BACA JUGA  AMSI: Waspadai Penyebarluasan Provokasi, Ujaran kebencian, Maupun Hoaks 

Dudung memperingatkan bahwa provokasi digital ini sengaja dirancang untuk merusak kondusivitas nasional saat kondisi politik dan keamanan sebenarnya sangat terkendali. Ia meminta masyarakat menahan diri dan tidak terjebak permainan pihak yang ingin mengacaukan bulan kemerdekaan.

Meski demikian, mantan KSAD ini menegaskan bahwa pemerintah tidak membatasi hak konstitusional warga untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia memberi peringatan keras agar aksi turun ke jalan tidak disusupi tindakan anarkis.

“Kebebasan berpendapat dijamin konstitusi. Demonstrasi boleh-boleh saja, tapi tidak boleh anarkis,” ujarnya.

Secara khusus, Dudung juga memberi peringatan bernada ancaman kepada aparat keamanan agar bertindak terukur dan membuang jauh-jauh gaya represif. Ia menyinggung Tragedi Pejompongan Agustus tahun lalu yang menelan korban jiwa sebagai pelajaran kelam yang haram hukumnya terulang kembali. (Andrey/Mun)

BACA JUGA  Hadapi Provokasi China, Jepang Rancang Jet Tempur Siluman Canggih di Dunia

TRENDING