POLITIK
SBY: Ekonomi 6% Bisa Sejahterakan Rakyat
AKTUALITAS.ID – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Senayan. Berada jauh di Rochester, Amerika Serikat untuk medical checkup, SBY memberikan peringatan tajam sekaligus ‘ramuan sukses’ bagi pemerintahan Prabowo.
SBY secara terbuka menyoroti target pertumbuhan ekonomi 6% yang dipatok Prabowo untuk tahun 2027. Menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, angka tersebut sangat ambisius dan penuh tantangan di tengah gejolak global.
“Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi 6% itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius, bukan berarti tidak bisa dicapai,” ujar SBY dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Tak lupa, SBY membandingkan target tersebut dengan rekor pemerintahannya selama dua periode (2004–2014) yang konsisten menjaga rata-rata pertumbuhan di angka 6%. Hasilnya, kemiskinan dan pengangguran turun drastis, sementara utang negara berhasil ditekan secara signifikan.
Namun, SBY menegaskan bahwa target fantastis tersebut bisa berubah menjadi ‘omong kosong’ jika jajaran menteri dan pembantu Presiden Prabowo bekerja sembarangan. Ia memberikan peringatan keras agar tidak ada penyelewengan anggaran demi mengejar target tersebut.
“Saya hanya ingin berpesan kepada teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan: jaga betul kesehatan fiskal kita, implementasinya harus bagus, jangan ada penyimpangan di sana-sini! Lakukan evaluasi berkala,” tegas SBY menohok.
Dalam kesempatan yang sama, SBY mengonfirmasi ketidakhadirannya pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka serta Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI pada Jumat (14/8/2026).
SBY mengaku harus menjalani rangkaian evaluasi medis berkala pascaoperasi pengangkatan prostat yang dijalaninya pada 2021 lalu.
“Saya memohon maaf secara pribadi tidak bisa hadir di Tanah Air karena saat ini, bulan Agustus, saya harus berada di Rochester, AS untuk kontrol kesehatan. Saya baru kembali ke Indonesia akhir Agustus,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, SBY menyebut pidato Prabowo membawa Great Hope (harapan besar) bagi rakyat Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa janji di mimbar Senayan harus dibuktikan dengan kerja nyata yang bersih dari penyimpangan. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
DUNIA16/08/2026 12:00 WIBBlackout Serempak Guncang 4 Negara
-
POLITIK16/08/2026 16:00 WIBGolkar Full Dukung 8 Prioritas Prabowo
-
DUNIA16/08/2026 21:00 WIBAS Siapkan Operasi Militer di Kolombia
-
NUSANTARA16/08/2026 22:00 WIBNekat Bakar Rumah Gegara Kalah Judol
-
NASIONAL16/08/2026 14:00 WIBJaringan Pemuda di Balik Percepatan Proklamasi

















