POLITIK
Usulkan Koalisi Permanen, Gerindra: Bukan karena Ambang Batas Pencalonan
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono membantah bahwa usulan koalisi permanen oleh Presiden Prabowo Subianto dilatarbelakangi oleh ambang batas pencalonan presiden yang telah dihapus. Menurut Sugiono, alasan Prabowo mengusulkan ide koalisi permanen adalah untuk menjaga persatuan dan kerukunan di Indonesia.
“Kita ingin menjaga kerukunan dan persatuan. Tidak ada kaitan dengan ambang batas pencalonan presiden. Yang penting adalah kerukunan, persatuan, kesejukan, itu yang penting,” ujar Sugiono, Sabtu (15/2/2025)
Sugiono meminta publik tidak mengaitkan wacana koalisi permanen dengan isu Pilpres mendatang. Ia menegaskan bahwa koalisi permanen diharapkan dapat menciptakan persatuan dan kesatuan baik di tingkat elit maupun masyarakat.
“Damai dan sejuk banyak pelajaran di sekitar kita yang menunjukkan bahwa perdamaian dan kerukunan itu mahal harganya. Jangan hanya melihat permasalahan bangsa ini lima tahunan dari pilpres ke pilpres, harus lebih dari itu kalau ingin negara kita utuh,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkap bahwa Prabowo menawarkan membentuk koalisi permanen saat silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor. PKB merespons positif tawaran tersebut, dengan menyebut bahwa koalisi permanen penting untuk pembangunan Indonesia.
“Tentu PKB menyambut baik koalisi permanen. Menjadi perkuatan dari percepatan pembangunan,” tutur Muhaimin Iskandar. (Mun/Ari Wibowo)
-
DUNIA13/09/2026 15:00 WIBTrump Bongkar Dugaan Iran Ganggu Pemilu Sela AS
-
JABODETABEK13/09/2026 09:30 WIBKabur Usai Begal, Satu Pelaku Diduga Tewas Kecelakaan
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
NUSANTARA13/09/2026 13:30 WIBHari Keenam, SAR Sisir 809 Mil Laut Cari Jurnalis Hilang
-
NASIONAL13/09/2026 13:00 WIBKPK: Guru SMA Jadi Pengepul Suap Mahasiswa Baru Unsoed
-
NUSANTARA13/09/2026 11:30 WIBBromo Terbakar Lagi, Wisatawan Dilarang Masuk
-
POLITIK13/09/2026 09:00 WIBKPK: 65% Calon Kepala Daerah Siap Jadi Budak Sponsor
-
RAGAM13/09/2026 14:00 WIBKetika Tan Malaka dan Soedirman Bertemu di Purwokerto

















