EKBIS
Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram, Harga Buyback Juga Ikut Turun
AKTUALITAS.ID – Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat kembali merosot pada perdagangan Kamis (27/2/2025). Dalam perdagangan hari ini, harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 per gram, menjadi Rp 1.692.000 dibandingkan dengan harga kemarin yang berada di angka Rp 1.694.000 per gram.
Dengan penurunan ini, harga emas Antam telah terpangkas total sebesar Rp 15.000 dalam dua hari terakhir. Penurunan juga terjadi pada harga buyback emas Antam, yang dipatok turun Rp 2.000 menjadi Rp 1.542.000 per gram. Harga buyback ini merupakan harga beli Antam jika konsumen ingin menjual emasnya.
Sebelumnya, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi di angka Rp 1.708.000 per gram pada Kamis, 20 Februari 2025. Sementara itu, harga buyback tertinggi tercatat pada angka Rp 1.558.000 per gram.
Penurunan harga emas Antam dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari domestik maupun internasional, yang sangat penting untuk dipahami oleh siapapun yang berencana untuk berinvestasi dalam emas.
PT Antam menawarkan emas dengan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Konsumen yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat menikmati potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45 persen.
Hingga pukul 07.51 WIB, sebagian besar kepingan emas Antam tidak tersedia di butik Logam Mulia Gedung Antam Jakarta.
Berikut adalah daftar harga emas Antam hari ini di butik emas Gedung Antam, berdasarkan informasi dari laman logammulia.com:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 896.000
- Harga emas 1 gram: Rp 1.692.000
- Harga emas 2 gram: Rp 3.328.000
- Harga emas 3 gram: Rp 4.972.000
- Harga emas 5 gram: Rp 8.264.000
- Harga emas 10 gram: Rp 16.450.000
- Harga emas 25 gram: Rp 40.962.500
- Harga emas 50 gram: Rp 81.805.000
- Harga emas 100 gram: Rp 163.490.000
- Harga emas 250 gram: Rp 408.337.500
- Harga emas 500 gram: Rp 816.375.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.632.600.000
Penurunan harga emas ini terjadi dalam konteks pasar yang stabil pada Rabu, 26 Februari 2025, setelah adanya reli sebelumnya. Investor kini menantikan data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini serta perkembangan terbaru tentang rencana tarif dagang Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Mun/Ari Wibowo)
-
DUNIA20/07/2026 19:00 WIBIran Klaim Hantam Pesawat Tempur AS di Yordania
-
RIAU20/07/2026 18:00 WIBPeringati Hari Jadi Bengkalis, Pemkab Gelar Lomba Tradisional untuk Lestarikan Budaya
-
JABODETABEK21/07/2026 07:30 WIBPilu! Ibu dan Bocah 6 Tahun Tewas Ditabrak Kereta
-
EKBIS20/07/2026 20:00 WIBAmran Ajak Investor Bangun Industri Susu untuk Swasembada Nasional
-
OASE21/07/2026 05:00 WIB6 Ayat Al-Qur’an yang Bisa Ubah Hidupmu Mulai Hari Ini
-
JABODETABEK21/07/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ancam Dua Wilayah Jakarta
-
RIAU21/07/2026 11:29 WIBWabup Bagus Santoso Resmikan HKG PKK ke-54 dan Sosialisasi 6 SPM Posyandu
-
NASIONAL21/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tak Terima MBG Disebut Beban

















