RAGAM
Indonesia ‘Mendidih’, BMKG Beberkan Penyebab dan Prediksi Akhir Gelombang Panas
AKTUALITAS.ID – Masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir merasakan sengatan panas yang ekstrem, bahkan diibaratkan seperti ‘neraka bolong’. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi ini merupakan penanda masuknya periode peralihan dari musim hujan menuju kemarau, di mana sebagian kecil wilayah (2%) sudah memasuki musim kemarau pada pekan kedua April 2025.
Meskipun atmosfer secara umum masih relatif basah, dengan kelembaban udara tinggi, BMKG mencatat adanya suhu maksimum yang melebihi 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Suhu tertinggi tercatat di Juanda, Jawa Timur (37.9 C), Tanah Merah, Papua Selatan (37 C), dan Tangerang Selatan (35.4 C).
BMKG mengidentifikasi beberapa faktor penyebab cuaca panas ini, antara lain langit cerah yang memaksimalkan pemanasan Matahari, posisi semu Matahari yang berada dekat ekuator, serta kecepatan angin yang relatif lemah sehingga panas terakumulasi di permukaan. Kombinasi suhu udara optimal dan kelembaban tinggi juga membuat udara terasa lebih panas dari biasanya.
Namun, ada kabar baik. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memprediksi musim kemarau tahun 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung lebih singkat dari biasanya. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus 2025, dengan wilayah Jawa bagian tengah hingga timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku mengalami puncak kekeringan pada Agustus.
BMKG juga memantau fenomena iklim global seperti ENSO dan IOD yang saat ini netral, namun suhu muka laut di Indonesia cenderung lebih hangat dari normal hingga September, yang dapat memengaruhi cuaca lokal.
Imbauan Penting BMKG:
Menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Menggunakan pelindung matahari (tabir surya).
Menjaga kecukupan cairan tubuh.
Waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Menjauhi wilayah terbuka dan bangunan rapuh saat hujan disertai petir dan angin kencang.
Siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan:
BMKG memprediksi dalam sepekan ke depan (29 April – 5 Mei 2025), wilayah Indonesia masih akan dipengaruhi pola peralihan musim dengan potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari. Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang antara lain Sumatera Utara, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. (Yan Kusuma/Mun)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang
-
JABODETABEK03/04/2026 09:00 WIBAngkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, 40 Truk Disiapkan
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil
-
RAGAM03/04/2026 09:30 WIBFilm “Songko” Legenda Lokal Masyarakat Minahasa

















