NASIONAL
Menteri Agus Andrianto Beri Sinyal Riza Chalid Masih Sembunyi di Malaysia
AKTUALITAS.ID – Upaya penegakan hukum terhadap Muhammad Riza Chalid, beneficial owner PT Orbit Terminal Merak, masih menemui kendala. Hingga kini, Riza Chalid belum juga ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.
Riza Chalid merupakan satu dari delapan tersangka dalam perkara besar sektor energi tersebut. Belum dilakukannya penahanan disebabkan oleh keberadaan Riza Chalid yang belum terdeteksi aparat penegak hukum. Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa ayah dari Kerry Adrianto itu diduga masih berada di Malaysia.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memberikan sinyal terkait keberadaan Riza Chalid saat dikonfirmasi awak media. Meski tidak menjawab secara tegas, Agus mengisyaratkan bahwa Riza Chalid belum kembali ke Indonesia.
“Kelihatannya masih ya (di Malaysia),” ujar Agus saat ditemui di Kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Sebagai bagian dari langkah hukum lanjutan, Riza Chalid telah masuk dalam daftar red notice Interpol, yang memungkinkan aparat penegak hukum lintas negara melakukan pelacakan dan penangkapan sementara terhadap yang bersangkutan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, memastikan bahwa permohonan penerbitan red notice telah diajukan melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.
“Sudah diajukan permohonan red notice. Untuk yang bersangkutan, termasuk MRC dan juga JT (Jurist Tan), keduanya sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Anang, merujuk pernyataannya pada September lalu.
Anang menjelaskan, penetapan status DPO merupakan salah satu syarat utama dalam pengajuan red notice ke Interpol, selain proses pemanggilan resmi oleh penyidik.
“Makanya salah satu prasyarat pengajuan red notice itu adalah adanya penetapan DPO, di samping proses pemanggilan,” jelasnya.
Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang ini menjadi sorotan publik karena diduga menimbulkan kerugian negara yang signifikan serta melibatkan jaringan korporasi dan kontraktor migas strategis. Aparat penegak hukum pun terus berupaya menelusuri keberadaan para tersangka, termasuk Riza Chalid, guna memastikan proses hukum dapat berjalan tuntas. (Bowo/Mun)
-
POLITIK01/10/2026 06:00 WIBTak Masalah PT 8%, Guntur Romli Sebut Jokowi Sengaja Tantang Prabowo
-
DUNIA01/10/2026 00:00 WIBTega!, Pastor di AS Bunuh Istri Demi Selingkuhan 20 Tahun
-
NASIONAL01/10/2026 09:45 WIBAklamasi! Komisi III DPR Setujui Suyudi Jadi Kapolri
-
EKBIS01/10/2026 09:15 WIBIHSG Sempat Ambles, Kemudian Rebound ke 6.093
-
JABODETABEK01/10/2026 06:30 WIBCatat! SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Kamis
-
NUSANTARA30/09/2026 23:00 WIBBMKG: Puncak Hujan Banten Datang Awal 2027
-
NASIONAL01/10/2026 10:00 WIBPuan Ingatkan Ancaman Periode Kering yang Lebih Panjang
-
NASIONAL01/10/2026 09:00 WIBMardani Desak Perlindungan Ombudsman Setelah Sidak Lapas

















