Connect with us

JABODETABEK

DKI Jakarta Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca

Aktualitas.id -

Petugas saat akan menyemai bahan semai pada operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). dok.BPBD DKI

AKTUALITAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir.

BPBD Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kesembilan sebagai bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi dengan tiga kali penerbangan, pada Sabtu (24/1/2026).

“Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian ke awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Isnawa menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC pada hari kesembilan merupakan bagian dari langkah mitigasi dini dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Lebih lanjut, Isnawa menegaskan bahwa BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut dia, OMC dilaksanakan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Operasi ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta pihak terkait lainnya.

Penerbangan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan fokus penyemaian awan di Bekasi dan sekitarnya. Misi utama adalah memecah awan potensial pembentuk hujan agar tidak berkembang dan bergerak menuju DKI Jakarta.

“Penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000-8.000 kaki dengan target awan stratocumulus. Berdasarkan hasil pengamatan. Pada penerbangan ini digunakan bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram,” ujarnya.

Penerbangan kedua, katanya, dilaksanakan dengan misi OMC hidrometeorologi DKI Jakarta. Penyemaian awan difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bogor dengan ketinggian penerbangan 5.000 – 7.000 kaki.

Area semai berada pada radial 180 – 270 derajat dengan jarak 10–20 mil laut dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan bahas semai berupa kalsium oksida juga sebanyak 800 kilogram.

Kemudian, penerbangan ketiga dilaksanakan dengan fokus penyemaian awan di atas Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000 – 7.000 kaki, dengan area semai pada radial 090 – 120 derajat.

“Juga disemai kalsium oksida sebanyak 800 kilogram,” katanya menambahkan.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING