Connect with us

NASIONAL

Israel Kembali Serang Gaza, PKS Desak Dewan Perdamaian (BoP) Buktikan Taji ke AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi - Warga Palestina berjalan di atas puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di daerah El-Remal di Kota Gaza pada 9 Oktober 2023. Naaman Omar/apaimages/WAA via Wikimedia Commons

AKTUALITAS.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam keras serangan militer Israel yang kembali menargetkan warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. Serangan yang menyasar tenda pengungsian di wilayah selatan Gaza pada Sabtu (31/1/2026) ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru disepakati.

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa agresi ini menjadi ujian nyata bagi efektivitas Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah skema kesepakatan yang melibatkan Amerika Serikat, Indonesia, dan negara-negara Timur Tengah.

“Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap komitmen perdamaian dalam Board of Peace (BoP) yang baru saja disepakati,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Kholid mendesak Pemerintah Indonesia bersama negara-negara muslim yang tergabung dalam BoP untuk tidak tinggal diam. Ia mendorong langkah diplomatik yang lebih agresif dan terkoordinasi untuk mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar menekan Israel menghentikan serangan militernya.

Menurutnya, kredibilitas BoP kini sedang dipertaruhkan. Jika agresi terus berlanjut tanpa sanksi, maka skema perdamaian ini terancam gagal total.

“Ini adalah ujian konsistensi bagi negara-negara yang masuk dalam BoP. Kalau skema BoP ini terbukti bagus dan efektif, maka seharusnya Israel akan tunduk dan patuh mengikuti kesepakatan BoP dan dia tidak akan melakukan agresi kembali,” tegas Kholid.

PKS menilai momentum ini sangat krusial bagi Amerika Serikat dan anggota BoP lainnya untuk menjawab keraguan publik internasional. Selama ini, muncul stigma bahwa forum seperti BoP hanyalah alat untuk melindungi kepentingan Israel, bukan untuk menciptakan perdamaian permanen.

“Ini momentum pembuktian BoP, apakah mampu menghentikan agresi Israel? Jika BoP tidak mampu menghentikan agresi Israel, maka BoP akan berpotensi gagal sebagai skema perdamaian,” ungkapnya.

Selain penghentian agresi militer, PKS juga menyoroti pentingnya akses kemanusiaan. BoP didesak untuk menjamin masuknya bantuan ke Gaza tanpa hambatan, serta memastikan perlindungan terhadap infrastruktur vital seperti rumah sakit dan tempat pengungsian.

“BoP harus mampu menghentikan genosida dan agresi militer Israel, BoP juga harus bisa mendesak Israel agar segera membuka akses bantuan internasional untuk bisa masuk kembali, dan merekonstruksi kerusakan bangunan vital yang telah dihancurkan oleh Israel,” tutup Kholid. (Bowo/Mun)

TRENDING