PAPUA TENGAH
Suku Mee dan Suku Kamoro Desak Pemerintah Segera Wujudkan Perdamaian di Kapiraya
AKTUALITAS.ID – Dalam rangka mempercepat penanganan penyelesaian tapal batas di Kapiraya, Kepala Suku Besar Mee Melkias Moyapa dan jajarannya menemui perwakilan masyarakat adat Suku Kamoro di Mimika, dalam hal ini Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Kamoro, Yohanis Boyau, pada Kamis (19/2/2026).
Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda dari Suku Kamoro. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyamakan presepsi dan menyatukan tujuan untuk mewujudkan perdamaian di Kapiraya.
Kepala Suku Besar Mee Papua Tengah, Melkias Moyapa, dalam konferensi pers, usai pertemuan, menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu para pihak mengusulkan agar persoalan ini kiranya dapat diselesaikan secara adat.
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah di tiga kabupaten, yakni Mimika, Deiyai dan Dogiyai dalam waktu dekat segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia juga mengaku siap mengawal langkah pemerintah dalam mewujudkan perdamaian di Kapiraya.
“Kami minta pemerintah agar segera tentukan waktu untuk mempercepat proses penanganan kasus ini,” kata Melkias.
Melkias juga berharap tim yang sudah dibentuk oleh pemerintah di tiga kabupaten dapat bekerja sama dengan mereka dalam penyelesaian tapal batas ini, mengingat persoalan ini merupakan persoalan adat.
Ketua LMA Suku Kamoro, Yohanis Boyau, pada kesempatan yang sama juga meminta kepada Bupati Mimika, Bupati Deiyai dan Bupati Dogiyai agar sesegera mungkin menyelesaikan persoalan di Kapiraya.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan pemuka-pemuka adat yang ada, baik tokoh masyarakat adar maupun kepala-kepala suku sebagai representasi dari masyarakat adat dalam penyelesaian tersebut.
“Kami kepala-kepala suku sudah bersedia, sudah standby tinggal tunggu petunjuk dari pemerintah kita bergerak ke Kapiraya untuk menyelesaikan masalah kedua belah suku di Kapiraya,” ujarnya.
Kepala Suku Besar Meepago, Deki Tenoye, juga meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan tapal batas Kapiraya agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Ia juga mendorong agar pemerintah tiga kabupaten dapat bekerja sama dengan para pemuka adat agar segera menyelesaikan persoalan di Kapiraya.
“Kami tidak mau ada persoalan-persoalan di Kapiraya sana di kemudian hari. Kami tidak punya kepentingan apa-apa, kami ingin perdamaian di sana,” tegasnya.
Sementara itu, Tokoh Pemuda dari Kapiraya, Fransisko Waukateyau dalam kesempatan tersebut menyampaikan dengan tegas bahwa mereka telah mengambil sikap akan bertolak ke Kapiraya untuk menyelesaikan konflik yang ada.
Untuk itu, pemerintah diminta untuk mendukung langkah tersebut karena telah menjadi kerinduan bagi masyarakat setempat akan terwujudnya perdamaian.
“Kami juga meminta dari kedua masyarakat adat yaitu Mee dan Kamoro di Kapiraya agar menahan diri. Kami akan turun untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.
(Ahmad)
-
FOTO24/05/2026 06:13 WIBFOTO: Turnamen Futsal Piala Fortami Cup XI 2026
-
JABODETABEK23/05/2026 14:30 WIBSopir Baru Nekat Perkosa 2 ARTdi Rumah Majikan
-
DUNIA23/05/2026 15:00 WIBPM Senegal Tolak Keras “Dikte” Barat soal LGBT
-
RIAU23/05/2026 17:11 WIBTim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Warga saat Listrik Padam di Riau
-
DUNIA23/05/2026 21:00 WIBDukungan Sektor Kesehatan untuk Palestina WHO Sahkan Dua Resolusi
-
OASE24/05/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Fakta Mengerikan Saat Sakaratul Maut
-
NUSANTARA23/05/2026 15:30 WIBKKB Yamue Diduga Dalang Pembantaian 10 Pendulang Emas
-
PAPUA TENGAH23/05/2026 16:15 WIBMimika Cetak Dokter Mandiri, 10 Dokter Internship Resmi Dilepas

















