RAGAM
Campak Bisa Sembuh Sendiri? Ini Penjelasan Dokter
AKTUALITAS.ID – Informasi menyesatkan terkait penyakit Campak tengah viral di media sosial Indonesia. Dalam sejumlah unggahan, disebutkan bahwa campak dapat sembuh sendiri tanpa perlu vaksin karena sistem kekebalan tubuh dinilai cukup untuk melawan infeksi.
Klaim tersebut juga menyebut vaksin tidak aman dan antibodi alami setelah sembuh dari campak disebut lebih baik dibandingkan vaksin. Narasi ini menuai perhatian luas dan memicu perdebatan di masyarakat.
Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi membahayakan.
Menurut World Health Organization, campak bukan sekadar infeksi ringan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, termasuk infeksi paru, gangguan otak, hingga kematian.
Spesialis penyakit menular anak dari Johns Hopkins University, Aaron Milstone, menjelaskan bahwa risiko campak sangat tinggi.
“Satu dari 1.000 anak yang terkena campak bisa meninggal dunia, sementara lainnya berisiko mengalami penyakit neurologis progresif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa vaksin tidak menyebabkan kematian, melainkan memicu respons imun tubuh untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap virus.
Meski beberapa anak dapat mengalami demam setelah vaksinasi, kondisi tersebut merupakan respons normal tubuh dan jauh lebih aman dibandingkan infeksi campak itu sendiri.
Pendapat serupa disampaikan oleh dokter spesialis anak dari National University of Singapore, Lee Bee Wah. Ia membantah klaim bahwa campak dapat disembuhkan hanya dengan metode tradisional seperti berkumur air garam atau mengonsumsi buah.
“Cara terbaik untuk menghindari campak adalah melalui vaksinasi, karena dapat membentuk kekebalan yang efektif terhadap virus,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan komplikasi serius.
Maraknya hoaks terkait campak di media sosial menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi kesehatan. Vaksinasi terbukti aman dan efektif, serta menjadi perlindungan utama terhadap penyakit yang berpotensi mematikan ini. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 19:00 WIBDPR Desak Napi Lapas Mewah Dikirim ke Nusakambangan
-
RAGAM29/09/2026 21:30 WIBFestival Generasi Cerdas 2026 Tampilkan Karya dan Prestasi Sekolah Binaan Astra
-
NASIONAL29/09/2026 17:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong
-
DUNIA29/09/2026 18:00 WIBGelombang Demo Siswa Menjalar ke Berbagai Kota Prancis
-
DUNIA29/09/2026 21:00 WIBTrump Ketuk Pintu Iran, Teheran Ogah Buka
-
NUSANTARA30/09/2026 07:30 WIBHIV/AIDS di Lebak Tembus 85 Orang
-
NASIONAL30/09/2026 06:00 WIBAgun Desak Ombudsman Tindak Lanjut Temuan Lapas Cibinong

















