DUNIA
Menhan AS Pecat Jenderal Top di Tengah Perang Berdarah Lawan Iran
AKTUALITAS.ID – Militer Amerika Serikat diguncang perubahan besar setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George di tengah berlangsungnya konflik dengan Iran.
Langkah mengejutkan diambil Pete Hegseth dengan memerintahkan Randy George untuk segera mundur dan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.
Keputusan ini diambil saat militer Amerika Serikat masih terlibat dalam operasi besar menghadapi Iran, yang dinilai sebagai salah satu periode paling sensitif dalam beberapa dekade terakhir.
Di saat yang sama, Gedung Putih juga dilaporkan tengah mempertimbangkan nasib Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll, yang disebut-sebut berpotensi ikut dicopot dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari perombakan besar-besaran di tubuh militer AS. Sejak menjabat, Hegseth disebut telah mengganti sejumlah pejabat tinggi, termasuk pimpinan gabungan militer dan perwira senior dari berbagai matra.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memuji kinerja militer dalam operasi melawan Iran. Namun, di balik itu, dinamika internal Pentagon justru menunjukkan adanya ketegangan dan perubahan besar.
Di lapangan, situasi juga tidak kalah genting. Sekitar 50.000 pasukan AS dilaporkan dikerahkan di kawasan Teluk, didukung oleh armada laut dan udara dalam skala besar.
Unit elite seperti Divisi Lintas Udara ke-82 juga telah ditempatkan di kawasan tersebut, menandakan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, sedikitnya 13 personel militer AS dilaporkan tewas. Selain itu, kebutuhan logistik dan persenjataan meningkat tajam, terutama untuk menghadapi serangan drone dan rudal balistik.
Meski demikian, strategi jangka panjang operasi militer AS masih menjadi sorotan. Sejumlah analis menilai belum ada kejelasan arah kebijakan, sementara tekanan ekonomi global juga meningkat akibat ketegangan di kawasan, termasuk ancaman terhadap jalur energi strategis.
Pemecatan mendadak di level tertinggi militer ini memunculkan kekhawatiran akan stabilitas internal Pentagon di tengah situasi perang yang belum menunjukkan tanda mereda.
Perombakan besar di tubuh militer AS di tengah konflik aktif menjadi sorotan dunia. Banyak pihak menilai langkah ini bisa berdampak pada efektivitas operasi militer sekaligus memperbesar ketidakpastian geopolitik global. (Mun)
-
FOTO11/06/2026 19:30 WIBFOTO: Pembukaan Pameran Foto DKPP
-
JABODETABEK11/06/2026 14:30 WIBKorban Dugaan Pemerasan Rp350 Juta oleh Oknum Pengacara Tempuh Jalur Hukum
-
NUSANTARA11/06/2026 12:00 WIBTNI AL Berhasil Gagalkan Dua Kapal Pengangkut Logam Tanah Jarang Ilegal di Batam
-
NASIONAL11/06/2026 20:00 WIBRaffi Ahmad Jelaskan Pertemuan dengan Blueray Cargo
-
JABODETABEK11/06/2026 19:00 WIBPolisi Bongkar Sindikat Pencuri Sepeda Motor di Wilayah Johar Baru Jakarta Pusat
-
EKBIS11/06/2026 15:30 WIBPemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Nasional
-
NASIONAL11/06/2026 11:00 WIBTePI: Revisi UU Polri Dibahas Tertutup dan Terburu-buru
-
NASIONAL11/06/2026 16:45 WIBKenaikan BBM akan Berdampak Sosial dan Politik
















