Connect with us

NASIONAL

Prabowo Bawa Pulang Rp575 Triliun, Pengamat: Sentil Kinerja Kabinet Realisasikan Investasi

Aktualitas.id -

Pengamat komunikasi politik dari Swarna Dwipa Institute, Frans Immanuel Saragih, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kerja sama internasional menuai sorotan. Usai melakukan lawatan ke Jepang dan Korea Selatan, Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi senilai Rp575 triliun untuk Indonesia.

Capaian tersebut dinilai sebagai sinyal positif di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil. Kepercayaan dari dua negara maju itu menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan strategis bagi investor internasional.

Pengamat komunikasi politik dari Swarna Dwipa Institute, Frans Immanuel Saragih, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan komunikasi Prabowo dalam meyakinkan para pemimpin dunia.

“Presiden memiliki kemampuan kuat untuk membangun kepercayaan internasional. Ini modal penting di tengah situasi global yang penuh tekanan,” ujar Frans dalam keterangannya, Senin (6/4/2024).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru berada pada tahap implementasi di dalam negeri. Menurutnya, kabinet harus mampu bergerak cepat agar komitmen investasi tersebut benar-benar terealisasi.

“Jangan sampai sudah ada kesepakatan besar, tapi pelaksanaannya lambat. Kabinet harus bekerja lebih giat agar investasi ini benar-benar masuk dan berdampak,” tegasnya.

Frans juga menyoroti kondisi global yang saat ini terdampak konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, yang memicu kenaikan harga energi di berbagai negara.

Meski demikian, Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dianggap sebagai capaian positif pemerintah di tengah gejolak global.

Namun, ia mengingatkan bahwa ketahanan tersebut tidak bisa berlangsung selamanya jika konflik berkepanjangan. Oleh karena itu, investasi yang dibawa dari hasil kunjungan luar negeri diharapkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau konflik global terus berlanjut, tekanan ekonomi pasti meningkat. Investasi ini harus segera direalisasikan agar Indonesia bisa tetap tumbuh dan terhindar dari ancaman resesi,” pungkas Frans.

Dengan besarnya komitmen investasi yang telah diamankan, publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam memastikan realisasi berjalan cepat dan tepat sasaran. (Mun)

TRENDING