RIAU
Narkoba Hasil Pengungkapan Polres Bengkalis Dimusnahkan
AKTUALITAS.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis kembali mencetak sejarah baru dalam pemberantasan narkotika.
Dalam aksi besar yang digelar di Mapolres Bengkalis, petugas secara resmi memusnahkan barang bukti hasil ungkap kasus jaringan internasional dengan jumlah yang sangat fantastis.
Barang haram yang dimusnahkan tersebut terdiri dari Sabu-sabu seberat 48.812,84 gram, Ekstasi sebanyak 39.582 butir, serta Obat jenis Etomidate seberat 3.013,09 gram (347 bungkus).
Total barang bukti ini berasal dari 3 kasus besar (3 Laporan Polisi) yang berhasil diungkap berturut-turut di bulan Februari (19 Kg), Maret (13 Kg), dan pengungkapan terbaru kemarin seberat 16 Kg.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, dalam konferensi persnya menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen kepolisian.
“Selama saya menjabat, kami usung semboyan tiada hari tanpa pengungkapan. Fakta membuktikan, capaian 3 bulan di tahun 2026 ini sudah menyamai pencapaian satu tahun penuh di tahun 2025 lalu,” tegasnya dengan nada tinggi, Rabu (8/4/2026).
Kapolres juga membeberkan fakta mengejutkan tentang kondisi wilayahnya.
“Jangan salah sangka, Bengkalis ini bukan sekadar jalur lintas atau pintu masuk saja. Wilayah kita, terutama Mandau dan sekitarnya, adalah market yang sangat besar. Barang datang dari berbagai kota, dan konsumennya ada di sini. Ini musuh bersama yang harus kita habisi,” serunya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengungkap data memprihatinkan. Dari total 1.800 penghuni Lapas Bengkalis, sebanyak 1.008 orang di antaranya adalah terpidana kasus narkotika.
“Ini artinya ada lebih dari 1.000 orang yang ‘sakit’ dan butuh rehab, bukan cuma dipenjara. Ironisnya, kemarin saja kita tangkap pemakai yang masih berstatus anak sekolah. Ini sangat menyakitkan,” ujarnya.
Terungkap juga, banyak pemakai yang terjebak lingkaran setan karena ekonomi. Harta habis dijual, lalu pengedar menawarkan “gratis pakai, nanti bayar dengan jualan”. Akibatnya, status pemakai berubah menjadi pengedar kecil.
“Maka dari itu, kami usulkan dan sudah bertemu Wakil Bupati serta BNN Dumai untuk segera mendirikan UPT Rehabilitasi di Bengkalis. Kami butuh dukungan Pemda untuk mengobati mereka yang ingin berubah tapi tak punya biaya,” tegas Kapolres.
Dalam upaya memberantas mata rantai ini, Kapolres mengambil langkah ekstrem. Nomor handphone pribadinya kini disebarluaskan ke media dan masyarakat.
“Tidak mungkin warga tidak tahu tetangganya siapa yang mengedar atau memakai. Kalau tahu, lapor! HP saya terbuka untuk semua. Narkoba tidak bisa dimatikan hanya oleh polisi, butuh gotong royong seluruh elemen,” serunya.
Tak lupa, Kapolres menegaskan instruksi keras dari Kapolda.
“Instruksi Bapak Kapolda jelas, siapapun yang terlibat, termasuk oknum polisi, akan kami tindak tegas tanpa ampun, Sudah terbukti, anggota yang salah tetap kami proses. Tidak ada toleransi sedikitpun!” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, Staf Ahli Bupati Andris Wisono, serta jajaran Forkopimda, Kejaksaan, Pengadilan, BNN Dumai, Bea Cukai, TNI, dan instansi terkait lainnya.
(Mohammad Apriadi)
-
FOTO10/07/2026 13:45 WIBFOTO: Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Ditahan KPK Terkait Gratifikasi
-
NASIONAL10/07/2026 18:47 WIBMahfud MD soal “Setan Ketemu Setan” dan Saling Bongkar Korupsi Viral Lagi
-
DUNIA10/07/2026 12:00 WIBIran Klaim Serang Target AS di Empat Negara Arab
-
JABODETABEK10/07/2026 06:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Resmi Dibuka Hari Ini
-
NASIONAL10/07/2026 16:34 WIBKortas Tipikor Geledah Sejumlah Lokasi Kasus Batu Bara, Video Lama Idrus Marham soal “Bongkar-bongkaran Hukum” Kembali Viral
-
NASIONAL10/07/2026 18:29 WIBIstana Buka Suara soal Penggeledahan Polri, Publik Diminta Hormati Proses Hukum
-
NASIONAL10/07/2026 09:15 WIBEks Menteri Perdagangan Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
NUSANTARA10/07/2026 07:30 WIBDPO Pemasok Senjata KKB Akhirnya Ditangkap

















