DUNIA
IRGC Kawal 31 Kapal di Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah mengawal sedikitnya 31 kapal komersial melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Jalur strategis energi dunia itu disebut tetap aman, namun berada di bawah pengawasan ketat militer Iran di tengah meningkatnya tensi dengan Amerika Serikat.
IRGC menyatakan seluruh kapal tersebut – termasuk tanker minyak dan kapal kontainer – berhasil melintasi selat strategis itu di bawah koordinasi dan perlindungan angkatan laut mereka.
Dalam pernyataan resmi Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC, pengawalan ini disebut sebagai upaya menjaga kelancaran perdagangan global di tengah apa yang mereka sebut sebagai “ancaman keamanan dari militer AS”.
“Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, Angkatan Laut IRGC berupaya membangun jalur yang jelas dan aman,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Press TV.
Iran saat ini memang memperketat kontrol atas Selat Hormuz melalui sistem pengawasan dan manajemen jalur pelayaran yang lebih terstruktur.
Otoritas maritim Iran bahkan menetapkan bahwa setiap pergerakan kapal di kawasan tersebut wajib melalui koordinasi dan izin resmi sebelum melintas.
Zona pengawasan yang diumumkan mencakup area strategis yang menghubungkan wilayah perairan Iran dan Uni Emirat Arab, menjadikan selat tersebut semakin berada di bawah kontrol operasional Teheran.
Dalam laporan lain yang dikutip Reuters, IRGC disebut memainkan peran sentral dalam sistem transit berlapis di selat tersebut, termasuk pemberian prioritas kepada kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan sekutu Iran seperti China dan Rusia.
Sementara itu, kapal dari negara lain disebut harus melalui prosedur tambahan, termasuk kemungkinan koordinasi antar pemerintah atau biaya tertentu untuk melintas dengan aman.
Iran juga mewajibkan pemilik kapal untuk menyerahkan data detail mulai dari muatan, bendera kapal, rute pelayaran, hingga identitas awak kapal sebelum mendapatkan izin melintas.
Selama proses verifikasi, IRGC disebut dapat melakukan inspeksi langsung terhadap kapal yang melintas, baik secara administratif maupun fisik.
Langkah ini melibatkan sejumlah lembaga negara Iran, termasuk otoritas pelabuhan, kementerian terkait, serta badan pengawas keamanan nasional.
Situasi ini menegaskan semakin kuatnya kontrol Iran atas salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia, sekaligus mempertegas eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Mun)
-
POLITIK09/10/2026 07:00 WIBPKB Dorong Pembentukan Pansus Ijazah Gibran
-
EKBIS09/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Nyaris Jebol ke Bawah 6.000
-
NUSANTARA09/10/2026 07:30 WIBGunung Anak Krakatau Erupsi Saat Senja
-
POLITIK09/10/2026 11:02 WIBGolkar Pastikan Prabowo Maju Lagi di 2029
-
JABODETABEK09/10/2026 08:30 WIBGeger! Mayat Perempuan Terikat Ditemukan di Kamar Kos
-
OTOTEK09/10/2026 13:30 WIBWhatsApp Resmi Tak Bisa Dipakai di HP Ini
-
POLITIK09/10/2026 15:00 WIBKPP DEM Gelar Media Session, KPU DKI Tekankan Pentingnya Pemahaman Regulasi Pemilu
-
EKBIS09/10/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Sentuh Rp2,572 Juta per Gram
















