DUNIA
Iran Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz
AKTUALITA.ID – Iran kembali menarik perhatian dunia militer setelah mengklaim berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat menggunakan sistem pertahanan udara baru bernama “Arash-e Kamangir” atau “Arash Sang Pemanah”.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di dekat Pulau Qeshm, kawasan strategis Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.
Media pemerintah Iran menyebut drone yang ditembak jatuh merupakan MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat, yang sedang melakukan aktivitas pengintaian di wilayah tersebut. Namun klaim ini belum mendapatkan konfirmasi independen dari pihak AS.
Pihak Iran menyatakan bahwa intersepsi ini menjadi penggunaan tempur pertama dari sistem pertahanan udara buatan dalam negeri yang mereka klaim memiliki kemampuan mendeteksi target berteknologi siluman.
Sistem “Arash-e Kamangir” disebut sebagai bagian dari strategi pertahanan baru Iran yang mengandalkan teknologi lokal dengan biaya lebih rendah namun fleksibel untuk menghadapi ancaman drone dan pesawat tak berawak.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, sistem ini digunakan untuk mencegat pesawat pengintai “bermusuhan” di kawasan Selat Hormuz.
“Operasi ini, yang dilakukan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran,” demikian laporan Fars mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah laporan adanya serangan baru terhadap situs militer Iran di sekitar Bandar Abbas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pangkalan udara Amerika”.
Situasi ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang dinilai rapuh antara Iran dan Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan dengan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Para analis menilai klaim Iran mengenai sistem baru ini tidak dapat langsung diverifikasi secara independen. Namun mereka juga menyebut arah pengembangan militer Iran masuk akal, terutama dalam konteks perang modern yang semakin bergantung pada drone.
Sejumlah pengamat menyebut Iran kini berfokus pada sistem pertahanan yang lebih murah, mobile, dan diproduksi secara lokal untuk menghadapi dominasi teknologi militer negara besar.
Dalam analisisnya, dosen senior studi keamanan Mark Hilborne menyebut meskipun data teknis sistem tersebut belum terverifikasi, pola pengembangan Iran konsisten dengan strategi perang modern berbasis efisiensi.
“Iran telah menjadi negara yang cukup mandiri dalam berbagai bentuk rancangan rudal dan telah pandai dalam mengubah aspek ekonomi peperangan,” ujarnya.
Ketegangan di Selat Hormuz kini kembali menjadi sorotan global, terutama karena wilayah tersebut merupakan titik vital perdagangan minyak dunia. Klaim terbaru Iran soal keberhasilan menembak jatuh drone AS dengan sistem “Arash Sang Pemanah” diperkirakan akan semakin memperuncing dinamika militer di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
POLITIK29/05/2026 16:09 WIBNurul Arifin: Politik Bukan Lagi Dominasi Laki-Laki Semata
-
JABODETABEK28/05/2026 22:30 WIBJaringan Curanmor dan Narkoba di Jaktim, Berhasil diungkap Jajaran Polda Metro Jaya
-
FOTO29/05/2026 16:15 WIBFOTO: Momen Dirut Bulog Ahmad Rizal Potong Sapi Kurban untuk Karyawan
-
RAGAM28/05/2026 23:30 WIBKeluarga dan Karyawan Dapat Pembagian Hewan Kurban dari Irfan Hakim
-
OLAHRAGA28/05/2026 23:00 WIBKualifikasi Piala Asia U20 2027, Timnas Indonesia Tergabung di Grup H
-
EKBIS29/05/2026 00:01 WIBBapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Fluktuasi Kurs Dolar
-
EKBIS29/05/2026 09:30 WIBDrama Bursa Pagi Ini: IHSG Terjun ke 6.112 lalu Melesat ke 6.191
-
NASIONAL29/05/2026 13:30 WIBBulog Salurkan Daging Kurban ke Karyawan

















