Connect with us

DUNIA

China Punya Rudal DF-27 Anti-Kapal Induk

Aktualitas.id -

Ilustrasi rudal, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – China dilaporkan telah mengembangkan rudal balistik anti-kapal terbaru bernama DF-27, yang disebut memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat hanya dalam satu kali serangan.

Informasi ini mengacu pada laporan pertahanan Amerika Serikat yang menyoroti meningkatnya kapabilitas militer Beijing dalam pengembangan senjata jarak jauh berpresisi tinggi.

Menurut laporan terbaru Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), DF-27 merupakan rudal balistik dengan jangkauan interkontinental yang dapat diluncurkan dari wilayah pedalaman China dan menjangkau ribuan kilometer, termasuk sebagian wilayah Amerika Serikat.

Laporan yang dikutip dari National Security Journal menyebut DF-27 memiliki perkiraan jangkauan sekitar 5.000 hingga 8.000 kilometer, yang membuatnya mampu menjangkau Alaska, Hawaii, hingga sebagian daratan utama AS.

Sejumlah analis pertahanan menilai DF-27 menjadi salah satu sistem persenjataan paling signifikan yang dikembangkan China dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kemampuannya sebagai rudal balistik antarbenua dengan hulu ledak konvensional.

Pakar dari Naval War College menyebut China menjadi salah satu negara pertama yang mengoperasikan rudal balistik antarbenua berbasis konvensional, meski berada di batas bawah kategori interkontinental.

Dalam laporan Pentagon kepada Kongres AS tahun 2021, pengembangan DF-27 telah diakui, meski informasi rinci mengenai kemampuannya baru mencuat ke publik pada 2023 melalui sejumlah kebocoran data intelijen.

Keunggulan utama DF-27 terletak pada kemampuannya mengubah jalur penerbangan saat menuju target. Berbeda dengan rudal balistik konvensional yang memiliki lintasan dapat diprediksi, DF-27 disebut mampu bermanuver di udara sehingga lebih sulit dicegat sistem pertahanan.

Selain itu, rudal ini juga dilaporkan dapat membawa kendaraan luncur hipersonik opsional, yang memungkinkan perubahan arah pada fase akhir penerbangan.

Dalam salah satu pengujian yang dikutip Pentagon, DF-27 dilaporkan terbang selama sekitar 12 menit dengan jarak lebih dari 2.100 kilometer, serta memiliki peluang tinggi untuk menembus sistem pertahanan rudal balistik AS.

Sumber pertahanan AS juga menyebut rudal ini dapat diluncurkan dari wilayah jauh di dalam China, di luar jangkauan pesawat tempur Amerika, dan tetap mampu menyesuaikan arah untuk mengejar target bergerak seperti kapal induk di laut.

Perkembangan DF-27 ini menambah ketegangan dalam persaingan militer antara Washington dan Beijing, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini menjadi titik fokus kekuatan kedua negara. (Mun)

TRENDING