Connect with us

NASIONAL

Kapolri: Setelah Pensiun Saya Mau Jadi Aktivis

Aktualitas.id -

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau pelaksananaan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Stadion Madia GBK, Jakarta, Rabu (1/5/2024). (Divisi Humas Polri)

AKTUALITAS.ID – Pernyataan tak biasa datang dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di tengah posisinya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Sigit justru mengungkap keinginan yang mengejutkan publik: menjadi aktivis setelah pensiun dari kepolisian.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan peserta Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026). Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah para buruh yang hadir.

Sigit mengaku melihat banyak tokoh aktivis kini justru masuk ke lingkaran pemerintahan dan menduduki jabatan strategis. Menurutnya, kondisi itu menciptakan ruang kosong yang perlu diisi agar suara kritis masyarakat tetap hidup.

“Kalau aktivisnya banyak masuk pemerintahan, siapa yang mengisi ruang aktivisme?” menjadi pertanyaan yang secara tidak langsung disampaikan melalui pernyataannya.

Dalam suasana santai, Kapolri bahkan berkelakar bahwa selama lima tahun terakhir dirinya lebih sering menghadapi aksi demonstrasi. Karena itu, setelah pensiun nanti ia ingin merasakan posisi yang berbeda, yakni berada di tengah massa yang menyampaikan aspirasi.

Candaan tersebut justru memancing perhatian besar. Saat ditanya apakah keinginannya menjadi aktivis hanya gurauan atau serius, Sigit memberikan jawaban singkat yang memicu spekulasi.

“Emangnya enggak boleh yaa,” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan itu sontak memunculkan berbagai tafsir. Sebagian melihatnya sebagai humor khas seorang pejabat yang tengah berinteraksi dengan kalangan buruh. Namun tidak sedikit yang menilai ada pesan serius mengenai komitmennya terhadap isu ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit menegaskan dukungannya terhadap perjuangan buruh. Ia menyatakan dirinya termasuk pihak yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan mendukung langkah buruh yang menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan aspirasi mereka.

Lebih jauh, Kapolri menegaskan bahwa institusi Polri siap mengawal perjuangan kaum pekerja agar hak-hak mereka tetap terlindungi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena jarang terdengar dari seorang pejabat aktif di level tertinggi kepolisian. Di tengah banyaknya aktivis yang kini masuk ke pemerintahan, munculnya wacana seorang Kapolri yang ingin menjadi aktivis setelah pensiun menghadirkan dinamika baru dalam hubungan antara negara, gerakan sosial, dan kelompok pekerja. (Bowo/Mun)

TRENDING