Connect with us

DUNIA

Iran Tuding Israel Gagalkan Damai dengan AS

Aktualitas.id -

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran secara terbuka menuding Israel sebagai pihak utama yang berupaya menggagalkan proses negosiasi antara Teheran dan Washington yang disebut-sebut sudah mendekati tahap akhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan terdapat sejumlah pihak yang tidak menginginkan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, kelompok penentang tersebut dipimpin oleh Israel.

Pernyataan itu muncul di tengah beredarnya laporan mengenai rancangan memorandum 14 poin yang diklaim sedang dibahas oleh kedua negara sebagai kerangka menuju penyelesaian konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Menurut laporan media Iran, dokumen tersebut memuat berbagai poin strategis, mulai dari penghentian permusuhan secara permanen, penghormatan terhadap kedaulatan Iran, pencabutan bertahap sanksi ekonomi, hingga pembukaan kembali jalur perdagangan dan pelayaran yang selama ini terdampak konflik.

BACA JUGA  Armenia Langgar Gencatan Senjata, Azerbaijan: 4 Tentara Tewas

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah usulan pencairan aset Iran yang diblokir serta rencana rekonstruksi bernilai ratusan miliar dolar AS. Draf tersebut juga dikabarkan mengatur pembahasan lebih lanjut mengenai isu nuklir dalam periode negosiasi lanjutan.

Di saat yang sama, muncul laporan bahwa sejumlah isu sensitif seperti program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok-kelompok regional tidak lagi menjadi bagian utama dalam agenda pembicaraan tahap akhir.

Beredarnya draf tersebut langsung memicu respons keras dari Presiden AS, Donald Trump. Melalui media sosial, Trump membantah laporan yang beredar dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

Meski demikian, pernyataan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa komunikasi antara Teheran dan Washington masih terus berlangsung. Kedua negara dilaporkan sedang berupaya mencari formula yang dapat diterima bersama guna mengakhiri ketegangan berkepanjangan yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA  Iran: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Perhatian dunia kini tertuju pada hasil akhir perundingan tersebut. Jika kesepakatan berhasil dicapai, dampaknya diperkirakan tidak hanya memengaruhi hubungan Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga stabilitas kawasan, arus perdagangan energi global, serta keamanan jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Di tengah proses yang masih berjalan, tudingan Iran terhadap Israel menambah lapisan baru dalam dinamika diplomasi yang kompleks. Pertanyaannya kini bukan hanya apakah kesepakatan dapat tercapai, melainkan apakah seluruh pihak yang berkepentingan siap menerima konsekuensi politik dari sebuah perdamaian yang selama ini sulit diwujudkan. (Mun)

TRENDING