Connect with us

NASIONAL

Media Asing Ungkap Evaluasi Besar Program MBG

Aktualitas.id -

Seorang murid menyantap makanan bergizi gratis di SD Barunawati, Palmerah, Jakarta Barat
Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian internasional. Kantor berita Reuters melaporkan pemerintah tengah mengkaji efisiensi besar-besaran terhadap program tersebut, mulai dari anggaran, jumlah penerima manfaat, hingga pembangunan dapur baru.

Mengutip dokumen internal dan sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan, Reuters menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan pengurangan sedikitnya 15 persen dari total anggaran MBG yang saat ini mencapai sekitar Rp268 triliun.

Jika usulan tersebut disetujui, nilai efisiensi diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun. Bahkan, menurut salah satu sumber yang dikutip Reuters, angkanya bisa mendekati Rp50 triliun.

Tak hanya anggaran, jumlah penerima manfaat juga disebut tengah dikaji ulang. Dari target sebelumnya 62,5 juta orang, penerima program berpotensi disesuaikan menjadi sekitar 49 juta orang melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi.

Reuters juga melaporkan pemerintah sedang mempertimbangkan penghentian sementara pembangunan lebih dari 13.000 dapur baru. Langkah itu disebut muncul setelah evaluasi internal menemukan sejumlah inefisiensi dalam pelaksanaan program yang dimulai pada Januari 2025 dan berkembang menjadi salah satu program makan gratis terbesar di dunia.

Salah satu sumber yang dikutip Reuters menyebut program tersebut memerlukan desain ulang secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah dapat mempertimbangkan model dapur berbasis sekolah seperti yang diterapkan di Jepang dan China agar biaya operasional lebih efisien dibanding pembangunan dapur secara masif.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan belum menetapkan keputusan akhir. Pemerintah masih menunggu usulan penajaman anggaran dari Badan Gizi Nasional sebelum menentukan besaran efisiensi yang akan diterapkan.

Keputusan final mengenai perubahan anggaran maupun target penerima manfaat diperkirakan baru akan dibahas dan diputuskan dalam beberapa pekan ke depan.

Laporan Reuters juga mengaitkan menguatnya evaluasi terhadap MBG dengan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional. Menurut laporan tersebut, evaluasi semakin intensif setelah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya dan kemudian ditangkap dalam perkara dugaan salah kelola serta korupsi.

Salah satu sumber yang dikutip Reuters menyebut evaluasi dilakukan bukan hanya karena ruang fiskal yang semakin ketat, tetapi juga karena hasil pemeriksaan menemukan sejumlah pengeluaran yang dinilai tidak efisien.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengumumkan keputusan resmi mengenai besaran pemangkasan anggaran, pengurangan jumlah penerima manfaat, maupun penghentian pembangunan dapur baru. Seluruh opsi tersebut masih berada dalam tahap pembahasan internal menurut laporan Reuters. (Bowo/Mun)

TRENDING