Connect with us

PAPUA TENGAH

Kelompok Bersenjata di Papua Diajak Tempuh Jalan Damai

Aktualitas.id -

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna. (Dok.Koops TNI Habema).

AKTUALITAS.ID – Papua membutuhkan lebih banyak ruang bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan dibandingkan konflik yang berkepanjangan.

Koops TNI Habema mengajak kelompok bersenjata di Papua untuk meninggalkan aksi kekerasan dan menempuh jalan damai sebagai upaya menciptakan situasi keamanan yang mendukung pelayanan publik dan pembangunan di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan keamanan bukan menjadi tujuan akhir operasi yang dijalankan TNI, melainkan menjadi fondasi agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, termasuk memperoleh akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

“Kami juga mengajak saudara-saudara kita yang masih memilih jalan kekerasan untuk mempertimbangkan jalan damai. Pintu untuk kembali kepada keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih baik akan selalu terbuka,” kata Wirya dalam keterangan resminya, Kamis, (2/7/2026), terkait insiden kontak tembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

BACA JUGA  Kapolsek Mimika Baru Sambangi Pos Peka, Perkuat Sinergi Keamanan Warga

Ia menyampaikan pernyataan tersebut setelah insiden kontak tembak di Kampung Mamba yang mengakibatkan seorang laki-laki meninggal dunia.

Berdasarkan hasil identifikasi aparat keamanan, korban diketahui bernama Okto Tigau yang disebut sebagai anggota TPNPB-OPM dan menjabat Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya.

Koops TNI Habema juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Setiap kehilangan nyawa merupakan duka yang tidak kita harapkan. Besar harapan kami agar peristiwa seperti ini tidak terus berulang sehingga masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang aman, damai, dan penuh harapan,” ujarnya.

Wirya menjelaskan insiden yang terjadi Rabu (1/7/2026) bermula ketika personel pengamanan mendeteksi empat orang bergerak menuju pos pada malam hari. Personel kemudian memberikan peringatan secara bertahap, namun menurutnya tidak mendapat respons hingga terjadi kontak tembak sekitar pukul 22.00 WIT.

BACA JUGA  Kontroversi Pilkada Mimika, Rekapitulasi Distrik Agimuga Dituding Sarat Pelanggaran

Ia mengatakan penyisiran baru dilakukan keesokan harinya dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Tim gabungan kemudian menemukan satu jenazah beserta sebuah parang yang selanjutnya diidentifikasi sebagai Okto Tigau dan diserahkan kepada tokoh adat setempat untuk penanganan sesuai ketentuan.

Menurut Wirya, seluruh tindakan personel dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang serta mengikuti aturan pelibatan (rules of engagement) yang berlaku.

“Koops TNI Habema terus menekankan kepada seluruh prajurit agar setiap tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, akuntabel, dan hanya untuk menghadapi ancaman yang nyata, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” kata dia.

(Goeh Wndh)

TRENDING