Connect with us

NUSANTARA

Selasa Pagi, Gunung Semeru Erupsi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Gunung Semeru kembali erupsi terpantau rekaman CCTV pada Jumat (12/4/2024) pukul 03.31 WIB. (Foto: PVMBG)

AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami empat kali erupsi hanya dalam rentang sekitar tiga jam pada Selasa pagi (14/7/2026), memuntahkan kolom abu hingga setinggi 1.300 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, letusan pertama terjadi pada pukul 05.39 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut, dengan warna putih hingga abu-abu dan intensitas sedang yang mengarah ke utara.

Aktivitas erupsi kemudian berlanjut pada pukul 06.29 WIB dengan kolom abu setinggi 800 meter. Selang kurang dari setengah jam, letusan ketiga kembali terjadi pada 06.51 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter.

BACA JUGA  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Awan Abu Vulkanik Capai Dua Kilometer

Erupsi keempat tercatat pada 07.55 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter. Seluruh letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 100 detik.

Peningkatan aktivitas ini membuat petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan rawan bencana.

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, meminta masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

BACA JUGA  Disertai Dentuman Kuat, Gunung Ile Lewotolok Erupsi

Liswanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena masih berisiko terjadi lontaran material pijar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Data PVMBG menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih tergolong tinggi. Dalam periode pengamatan 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 16 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13–22 milimeter dan durasi 64–143 detik.

Selain itu, petugas juga merekam tiga gempa guguran dengan amplitudo 1–4 milimeter, serta dua gempa hembusan dengan amplitudo 3–7 milimeter, yang mengindikasikan aktivitas magma masih berlangsung.

BACA JUGA  Gunung Marapi Erupsi Lagi, Masyarakat Dilarang Masuk Radius 3 Km dari Kawah Verbeek

Sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru telah mengalami 1.486 kali erupsi. Hingga Selasa (14/7/2026) pukul 09.20 WIB, status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. (Kusuma/Mun)

TRENDING