RIAU
Kurangi Ketergantungan Migas, Wabup Bengkalis Andalkan Ekspor Komoditas Lokal
AKTUALITAS.ID – Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Bea Cukai untuk membuka peluang ekspor komoditas lokal ke pasar internasional. Langkah tersebut dinilai dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas (migas).
“Kita harus memaksimalkan hasil laut dan budidaya lokal untuk kebutuhan pasar ekspor dan mengoptimalkan tata kelola hasil bumi daerah agar memiliki nilai tambah yang tinggi di pasar luar negeri,” ujar Bagus Santoso dalam keterangan resmi yang diterima Aktualitas.id, Jumat (17/7/2026).
Bagus mengatakan Kabupaten Bengkalis memiliki potensi ekspor yang besar berdasarkan hasil pemetaan pemerintah daerah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, sektor perikanan dan perkebunan menjadi dua komoditas unggulan yang layak didorong agar mampu menembus pasar global dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Bea Cukai diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan, mulai dari aspek regulasi hingga persoalan logistik. Melalui kerja sama tersebut, potensi ekonomi Bengkalis diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan devisa sekaligus memperkuat penerimaan negara.
“Selama ini, hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dengan Bea Cukai sudah berjalan harmonis. Ke depan, fokus utama akan diarahkan pada penguatan komoditas lokal agar mampu menembus pasar internasional,” kata Bagus.
Ia menambahkan, upaya memperluas pasar ekspor juga merupakan strategi pemerintah daerah untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar sektor migas. Dengan meningkatnya daya saing produk lokal, pelaku usaha di Bengkalis diharapkan memperoleh akses yang lebih luas ke pasar internasional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala KPPBC TMP C Bengkalis Novryansyah menilai penguatan sektor komoditas unggulan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keuangan negara. Nantinya, pengelolaan arus barang ekspor dan impor yang baik akan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus melindungi pasar domestik dari masuknya barang ilegal.
“Apa yang sudah ada sekarang ini sudah baik, tapi kita bisa lebih baik lagi. Melindungi negara ini justru sangat terkait dengan bagaimana kita mengelola barang-barang yang masuk dan keluar,” ujar Novryansyah.
Ia juga menilai berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan tugas merupakan bagian dari proses penyempurnaan sistem birokrasi. Karena itu, Novryansyah menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi tanpa mengedepankan ego sektoral agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara efektif.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Audiensi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui kolaborasi tersebut, Bengkalis diharapkan mampu memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan daya saing komoditas unggulan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap devisa dan penerimaan negara.
-
JABODETABEK18/07/2026 06:30 WIBLima Lokasi SIM Keliling Resmi Dibuka Hari Ini
-
NASIONAL18/07/2026 13:00 WIBDPR Minta Stop Proyek Dapur MBG Sampai Ada Kejelasan
-
NASIONAL18/07/2026 07:00 WIBKPK Beberkan Alasan Penolakan Laporan Amplop Raja Juli
-
JABODETABEK18/07/2026 05:30 WIBBMKG Ramal Hujan Ringan Guyur Dua Wilayah Jakarta
-
DUNIA18/07/2026 08:00 WIBHouthi Siap Hujani Saudi dengan Rudal dan Drone
-
JABODETABEK18/07/2026 08:30 WIBBos Perusahaan Tewas Misterius di Hotel Jaksel
-
NUSANTARA18/07/2026 18:00 WIBDamai Gagal! Adonara Kembali Bersimbah Darah
-
NUSANTARA18/07/2026 07:30 WIBLansia 90 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

















