JABODETABEK
Prajurit TNI Diduga Aniaya Eks Polisi Hingga Tewas
AKTUALITAS.ID – Kasus kematian seorang mantan anggota Polri di lingkungan Asrama Brimob, Jalan KS Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, memicu perhatian publik. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan, sementara terduga pelaku disebut merupakan anggota TNI. Namun hingga kini, aparat penegak hukum masih menyelidiki seluruh fakta dan belum menetapkan tersangka.
Insiden bermula pada Jumat malam (31/7/2026) ketika warga sekitar asrama mendengar keributan. Tak lama kemudian korban dilarikan ke Rumah Sakit Pelni untuk mendapatkan pertolongan medis.
Meski sempat mendapat penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.52 WIB. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan secara resmi ke Polsek Palmerah melalui laporan polisi bernomor LP/B/123/VIII/2026.
Panit Reskrim Polsek Palmerah Iptu Simbolon membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian korban. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Polres Metro Jakarta Barat.
“Kami limpahkan ke Polres,” kata Simbolon.
Belakangan terungkap, korban yang semula disebut sebagai anggota Brimob ternyata bukan lagi personel Polri aktif. Kepolisian menjelaskan korban telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) sejak Januari 2026, sehingga statusnya saat kejadian adalah mantan anggota Polri.
Di sisi lain, dugaan keterlibatan seorang prajurit TNI ikut menjadi sorotan. Beberapa laporan menyebut sosok yang diduga terlibat berinisial ATW, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai identitas maupun peran orang tersebut dalam insiden itu.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan belum ingin mengambil kesimpulan sebelum penyidikan selesai.
“Bila terbukti pelaku prajurit TNI, pasti diproses,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Barat masih mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi juga belum menjelaskan apakah korban meninggal akibat luka penganiayaan atau terdapat faktor lain yang masih harus dibuktikan melalui proses forensik.
Penyidik juga mendalami kronologi keributan yang terjadi di dalam kompleks asrama, hubungan korban dengan pihak yang diduga terlibat, serta kemungkinan adanya unsur pidana. Belum ada penetapan tersangka, dan aparat meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai pelaku maupun penyebab kematian korban.(Kusuma/Mun)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
POLITIK22/09/2026 03:00 WIBBawaslu Butuh Gagasan Mahasiswa untuk Benahi Hukum Pemilu
-
JABODETABEK22/09/2026 04:30 WIBPasar Mobil Kemayoran Dilalap Api

















