EKBIS
Rupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
AKTUALITAS.ID – Rupiah kembali menunjukkan tanda-tanda tekanan pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat.
Kondisi ini membuat pergerakan rupiah menjadi sorotan. Pasalnya, tekanan terhadap rupiah terjadi ketika sentimen regional justru relatif positif terhadap mata uang Asia.
Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.02 WIB rupiah berada di level Rp17.933 per dolar AS, melemah sekitar 0,06% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.923 per dolar AS.
Beberapa menit kemudian, data Bloomberg Asian Pacific Currencies menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.931 per dolar AS, turun 8 poin atau sekitar 0,04%.
Data Bloomberg lainnya mencatat rupiah sempat berada di level Rp17.941 per dolar AS, melemah 18 poin atau 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Namun, pergerakan rupiah terlihat berbeda tergantung sumber data dan waktu pengamatan. Yahoo Finance mencatat rupiah berada di sekitar Rp17.914 per dolar AS, sementara data Refinitiv menunjukkan rupiah justru terapresiasi tipis 0,03% ke Rp17.905 per dolar AS pada pembukaan.
Artinya, rupiah bergerak fluktuatif dan tekanan terlihat tipis, bukan anjlok tajam.
Tekanan terhadap rupiah menjadi lebih menarik karena mayoritas mata uang Asia justru berada di zona hijau.
Won Korea Selatan tercatat menguat sekitar 0,28%, sementara dolar Taiwan naik 0,10%. Dolar Singapura menguat 0,07%, yen Jepang naik 0,07%, yuan China menguat 0,03%, dan baht Thailand naik 0,02%.
Dalam data lainnya, won Korea menguat 0,22%, dolar Taiwan 0,29%, dolar Singapura 0,07%, yen Jepang 0,04%, baht Thailand 0,04%, yuan China 0,03%, serta dolar Hong Kong relatif stabil.
Di sisi lain, tekanan juga dialami sejumlah mata uang Asia.
Peso Filipina menjadi salah satu yang tertekan paling dalam, melemah sekitar 0,32%-0,33%. Rupiah berada di belakangnya dengan pelemahan sekitar 0,06%, disusul ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,05%.
Tekanan terhadap mata uang Asia juga berlangsung ketika indeks dolar AS bergerak naik tipis.
Indeks dolar yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 99,94, sedikit naik dari posisi sebelumnya di 99,93.
Kenaikan tersebut memang sangat tipis. Namun, bagi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.900-an per dolar AS, pergerakan sekecil apa pun tetap menjadi perhatian pasar.
Rupiah sebelumnya sempat menguat terhadap dolar AS. Namun, pada perdagangan Jumat pagi, mata uang Garuda kembali bergerak melemah.
Pergerakan ini membuat level Rp18.000 per dolar AS kembali menjadi perhatian pasar. Jika tekanan berlanjut, ruang pelemahan rupiah tentu akan kembali menjadi sorotan.
Meski demikian, pelemahan pagi ini masih relatif terbatas. Pasar masih akan mencermati arah dolar AS, pergerakan mata uang regional, serta sentimen global yang dapat menentukan arah rupiah sepanjang perdagangan Jumat. (Firman/Mun)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung
-
NUSANTARA06/08/2026 12:30 WIBDua Pendaki Tewas di Tebing Curam Gunung Piramid
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv

















