Connect with us

DUNIA

Korea Selatan Dipanggang Gelombang Panas 37 Derajat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.IDGelombang panas intens melanda sebagian besar wilayah Korea Selatan. Suhu udara pada siang hari diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius, sementara kondisi panas dan lembap diprediksi masih berlangsung hingga akhir Agustus.

Administrasi Meteorologi Korea (KMA) memperingatkan kondisi cuaca panas yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut pada Sabtu (8/8/2026).

Kondisi ini menjadi perhatian karena suhu tinggi tidak hanya meningkatkan risiko gangguan kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat.

Di tengah gelombang panas, sejumlah wilayah Korea Selatan justru diprediksi mengalami hujan lebat.

KMA memperkirakan hujan hingga 100 milimeter dapat mengguyur sejumlah kawasan pesisir timur dan pegunungan di Provinsi Gangwon pada Sabtu sore.

BACA JUGA  WNI Ditangkap Karena Kabur dari Karantina Covid-19 di Korsel

Sementara Seoul dan wilayah Korea Selatan bagian tengah berpotensi menerima hujan hingga sekitar 40 milimeter, menurut laporan Yonhap.

Hujan diperkirakan membuat suhu turun untuk sementara.

Namun, kesejukan tersebut tidak akan bertahan lama.

Setelah hujan mereda dan kondisi panas serta kelembapan kembali meningkat, suhu diperkirakan kembali naik.

Gelombang panas juga mulai memengaruhi sejumlah kegiatan publik.

Pihak berwenang untuk sementara mengurangi atau menangguhkan sebagian pelaksanaan ujian mengemudi karena mempertimbangkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Langkah tersebut menunjukkan seriusnya dampak cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.

Masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi tubuh ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada periode suhu mencapai titik tertinggi.

BACA JUGA  Sarwendah Tanggapi Pro dan Kontra usai Jalani Operasi Plastik di Korsel

Data pemerintah Korea Selatan menunjukkan rata-rata 638 kasus gangguan kesehatan akibat panas tercatat setiap tahun selama periode awal hingga akhir Agustus pada 2021-2025.

Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata 215 kasus pada periode 2011-2015.

Pada 2024, jumlahnya bahkan mencapai 1.299 kasus, dengan 12 orang dilaporkan meninggal dunia.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa gelombang panas bukan sekadar persoalan ketidaknyamanan akibat suhu tinggi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi panas belum akan segera berakhir.

Gelombang panas diperkirakan berlanjut hingga akhir Agustus, dengan suhu siang hari secara umum berada pada kisaran 31 hingga 35 derajat Celsius di berbagai wilayah Korea Selatan.

BACA JUGA  Jika Ingin Berdamai, Adik Kim Jong-un Beri Syarat ke Korsel

Suhu maksimum di sejumlah daerah bahkan berpotensi mencapai angka yang lebih tinggi.

Dengan panas, kelembapan, dan potensi perubahan cuaca yang cepat, masyarakat Korea Selatan kini menghadapi periode cuaca ekstrem yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Pemerintah pun mengambil sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap aman di tengah gelombang panas yang belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. (Mun)

TRENDING