DUNIA
Iran Tegaskan AS sudah Kalah Strategis
AKTUALITAS.ID – Tensi panas konflik Amerika Serikat dan Iran kembali membakar kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran secara terbuka menyerukan agar Presiden AS Donald Trump sadar diri dan mengakui kekalahan strategisnya, usai Trump secara sepihak mengklaim bakal mencaplok Selat Hormuz menjadi wilayah kekuasaan AS.
Gertakan balik yang menohok tersebut dilontarkan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. Ia menegaskan Washington telah gagal total dalam upaya memaksakan kehendaknya di jalur pelayaran vital minyak dunia tersebut.
“Terimalah kenyataan ini sekali dan untuk selamanya; sejauh ini, Anda telah mengalami kekalahan serius dan strategis!” serang Gharibabadi via akun X miliknya, Sabtu (15/8/2026).
Gharibabadi secara menohok menyindir klaim Trump yang dinilainya sekadar delusi dan retorika kosong belaka.
“Selat Hormuz adalah milik Iran, saat ini milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan, kapal induk, atau pidato kampanye pemilu!” tegasnya sembari memastikan blokade penutupan selat akan terus diberlakukan.
Saling gertak ini memuncak setelah Trump secara kontroversial menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai territory AS usai merasa telah menumbangkan kekuatan militer Iran. Tak hanya itu, Trump juga memicu kontroversi internal di Pentagon setelah memerintahkan perubahan teknologi sistem pelontar jet tempur pada kapal induk masa depan AS kembali ke sistem uap jadul, yang diprediksi para ahli bakal membengkakkan anggaran militer hingga triliunan rupiah.
Di sisi lain, harapan akan terwujudnya perdamaian dipastikan pupus total. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara resmi menegaskan bahwa Teheran menutup pintu negosiasi dan tidak sudi melanjutkan pembicaraan diplomasi dengan AS.
Araghchi menuding Washington telah mengkhianati Nota Kesepahaman Islamabad yang disepakati Juni lalu.
“Amerika Serikat telah melanggar memorandum tersebut dan pertempuran kembali berlanjut. Belum ada keputusan apa pun untuk melanjutkan kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat,” pangkas Araghchi tegas. (Mun)
-
NUSANTARA15/08/2026 18:30 WIBGempa M 6,4 Simalungun Bikin Warga Medan Hingga Aceh Berhamburan Keluar Rumah
-
NASIONAL15/08/2026 19:00 WIBKemhan Beri Restu Logonya Dipasang di Kapal Haji Isam
-
NASIONAL15/08/2026 13:00 WIBAmnesty: Pidato Prabowo Disebut Minim Bahas HAM
-
NUSANTARA15/08/2026 11:30 WIBGempa M7 NTT Telan 5 Korban Jiwa
-
NASIONAL15/08/2026 17:00 WIBEddy Soeparno Desak MBG Dibersihkan dari Masalah
-
NASIONAL15/08/2026 16:00 WIBDasco Pastikan Perpres Ojol Hampir Final
-
RAGAM15/08/2026 14:00 WIB3 Hari Paling Menegangkan Sebelum Indonesia Merdeka
-
DUNIA15/08/2026 12:00 WIBTrump Siap Deklarasikan Selat Hormuz Jadi Milik Amerika Serikat

















